Pasangan Suami Istri Diamankan, Kedapatan Konsumsi Sabu

17
Sri Wibowo

Tim Opsnal Sapu Jagat Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan (Pessel) menangkap tiga orang warga di Kampung Pasar Sago, Kecamatan IV Jurai, karena kedapatan sedang mengkonsumsi sabu, Senin (16/5) pukul 01.00.

Dari tiga orang itu, satu orang merupakan ibu rumah tangga dengan inisial NC 24, dan dua orang laki-laki dengan inisial NR 39, dan N 46.

Kapolres Pessel, AKBP Sri Wibowo, didampingi Kasat Narkoba AKP Hidup Mulya membenarkan peristiwa itu. Ia menjelaskan, penangkapan tersebut langsung dipimpin oleh Dantim Satreskrim Narkoba Aiptu, Yopi Alexander.

Dia mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, pihaknya langsung melakukan penyelidikan ke lapangan. Secara bersamaan ketiga oknum itu didapatkan sedang pesta sabu di sebuah rumah.

Di rumah tersebut tim menemukan 3 paket narkotika golongan I jenis sabu yang dibungkus plastik bening beserta alat hisap.

“Dalam penangkapan itu, tim menemukan 3 paket narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik bening beserta alat hisap botol sebagai prekursor dan sepuluh kaca pirek,” katanya didampingi Aiptu, Yopi Alexander, Selasa (16/5).

“Ini adalah penangkapan yang ke 18 dalam tahun ini, yang 3 masih di bulan Januari 2022, dan Februari sebanyak 5 orang, Maret 9 orang, di bulan April 6 orang pula. Selama bulan Mei, atau sejak usai lebaran telah sebanyak 4 orang pula kembali berhasil ditangkap, termasuk 3 orang ini,” jelasnya.

Baca Juga:  PMK Merebak! Permintaan Sapi Kurban Tetap Tinggi di Pessel!

Lebih jauh dijelaskan, identitas tersangka dengan inisial N 46, berdomisili di Kampung Pasar Salido, Kenagarian Salido. “Sedangkan NR 39, dan NC 24, yang merupakan pasangan suami istri, berdomisili di Nagari Painan Utara, Kecamatan IV Jurai,” terangnya.

Tersangka beserta barang bukti (BB) tersebut diamankan di Satnarkoba Polres Pessel guna pengembangan dan proses hukum selanjutnya. Ditambahkannya, selain pemakai, ketiga tersangka tersebut juga diduga sebagai pengedar.

“Namun demikian akan dilakukan pemeriksaan secara intensif dan profesional serta lebih mendalam apa saja peran masing-masingnya,” kata Hidup Mulia.

Lebih jauh dijelaskan bahwa pengaruh narkoba dikalangan masyarakat dan remaja di daerah itu memang cukup memprihatinkan dan perlu dilakukan peningkatan pengawasan oleh orang tua dan juga masyarakat.

Hal itu dikatakannya karena sejak awal Januari 2022 pihaknya sudah melakukan penangkapan sebanyak 18 kali dengan 27 orang pelaku yang terlibat.

Terhadap tersangka akan dikenakan pasal berlapis sesuai Undang-Undang No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan ancaman hukuman pidana  penjara seumur hidup, atau paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun dan hukuman mati. (yon)