LPPL Amping Parak, Lestarikan Lingkungan Pesisir di Tengah Pandemi

11

Laskar Pemuda Peduli Lingkungan (LPPL) Amping Parak adalah salah satu kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan yang bergerak di bidang konservasi.

Kelompok ini didirikan atas inisiatif masyarakat yang peduli keberlanjutan dan kelestarian ekosistem pesisir dan penyu. Habitat penyu memang sering ditemukan di kawasan Pesisir Selatan, termasuk di Pantai Amping Parak Kecamatan Sutera.

LPPL Amping Parak berawal dari kegelisahan masyarakat sekitar yang melihat pantai tempat mereka berinteraksi setiap harinya mulai tergerus abrasi laut dan terlihat tandus karena kosongnya tanaman di pinggir pantai.

Berawal dari menanam pohon cemara laut, kawasan Amping Parak akhirnya menjelma menjadi kawasan konservasi laut yang hijau dan lestari, dipenuhi cemara laut, mangrove, dan semakin banyak penyu mendarat untuk bertelur.


Kegelisahan baru hadir. Ratusan telur penyu dijarah setiap malam di kawasan ini oleh nelayan-nelayan sekitar. Padahal penyu merupakan sumber daya yang dilindungi sesuai undang-undang. Kelompok masyarakat yang memperbaiki kawasan tersebut akhirnya turut juga melindungi kelestarian telur penyu.

Haridman, Ketua LPPL Amping Parak bercerita bahwa ia beserta beberapa pemuda bergerak swadaya sejak tahun 2000-an hingga akhirnya mendapatkan beberapa kucuran dana bantuan.

“Barulah tanggal 15 September 2017 kelompok LPPL Amping Parak memperoleh legalitas pemerintah sebagai Kelompok Laskar Pemuda Peduli Lingkungan (LPPL) Mitra Konservasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat,’’ lanjutnya, Kamis (17/6).

Baca Juga:  Hari Anak Nasional, PLN Giatkan Literasi dan Kelurahan Layak Anak

Pandemi yang terjadi sejak tahun lalu agaknya juga menggelisahkan kawasan konservasi Amping Parak. Ekonomi yang sulit membuat banyak pengurus tidak lagi melayani sepenuh hati dan waktu seperti sebelumnya. Beberapa rutinitas kawasan konservasi kekurangan bahan baku dan bantuan.

‘’Kami sadar bahwa lingkungan harus dipelihara secara berkelanjutan. Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, kami tetap bekerja memelihara lingkungan. Pandemi adalah realita yang tidak dapat dihindari. Semoga kawasan konservasi ini tetap terjaga meskipun di tengah asa pandemi. Dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak kami nanti dengan tangan terbuka,’’ tutur Haridman.

PLN sebagai instansi yang konsisten dengan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tepat sasaran, kemudian mengupayakan bantuan pada LPPL Amping Parak. Melalui PLN UIW Sumbar, PLN salurkan sarana Pelestarian konservasi penyu, yaitu berupa 5 unit perahu kano dan 1 unit motor trail patroli dengan total bantuan Rp 67 Juta kepada LPPL Amping Parak, Kamis (17/6) lalu.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di lobby PLN UIW Sumbar oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi & Umum (SRM KKU) Cipto Adi Sumartono kepada Haridman. Cipto berharap bantuan TJSL PLN dapat berdampak positif pada kawasan konservasi.

‘’Semoga bantuan ini dapat menunjang sarana pelestarian penyu di daerah Pesisir Selatan, khususnya kawasan ampang Parak. Agar konservasi penyu tetap lestari meskipun di tengah pandemi,’’ ujarnya. (*/hsn)