Tanam Serentak untuk Atasi Serangan Hama di Pessel

Petani memanen padi di sawah. (Jawapos.com)

Masyarakat petani di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), diminta agar tetap melakukan pola tanam serentak setiap memasuki musim tanam. Upaya itu bertujuan agar ancaman terhadap serangan hama padi bisa diminimalisir.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertanhortbun) Pessel, Nuriswan mengatakan kemarin (18/5), pihaknya memang terus mendorong agar masyarakat petani di daerah itu terus mempertahankan pola tanam serentak.

“Hal itu kita sampaikan, sebab melalui pola tanam serentak itu, serangan hama terhadap tanaman, terutama padi bisa diminimalisir. Di Pessel, pola tanam serentak ini bisa dilakukan dua kali dalam satu tahun pada 30.344 hektare lahan, dan itu tersebar di 15 kecamatan yang ada,” katanya.

Dia menyampaikan, dengan terhindarnya tanaman padi dari serangan hama, tentu akan memberikan keuntungan bagi petani dan terhadap peningkatan produksi padi. Diungkapkan Nusirwan, tahun 2020 ini produksi padi di Pessel ditargetkan sebesar 402 ribu ton. Angka tersebut meningkat sebesar 42 ribu ton dari tahun 2019 yang hanya sebesar 360 ribu ton.

Dijelaskan, realisasi panen padi sejak Januari hingga April 2020 di daerah itu telah mencapai 29.535 hektare, dengan rincian pada bulan Januari seluas 7.086 hektare, Februari 7.260 hektare, Maret 8.405 hektare, dan April seluas 6.784 hektare.

”Berdasarkan luas panen itu, sehingga untuk triwulan pertama tahun 2020, total produksi Gabah Kering Panen (GKP) Pessel telah mencapai 114.892,5 ton, dengan rata-rata produktivitas lahan per hektarenya sebesar 5,05 ton,” jelasnya.

Dia berharap melalui pola tanam serentak itu, peningkatan produksi per hektare bisa lebih ditingkatkan lagi. Sebab potensi produktivitas lahan di derah itu bisa mencapai 7 ton per hektarenya. “Bila hal itu terwujud, maka diyakini target produksi sebesar 402 ribu ton itu akan tercapai,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ditengah pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat petani di daerah itu masih tetap terlihat eksis melaksanakan aktivitasnya sebagai petani di lapangan. Baik budidaya padi, jagung, maupun tanaman palawija lainnya.

Untuk menjamin ketersediaan stok pangan, dia mengimbau kepada masyarakat petani untuk tidak menjual habis hasil panen. “Untuk menjamin ketersediaan pangan keluarga, maka kepada masyarakat petani saya minta agar tidak menjual habis hasil panen. Sisihkanlah sebagian untuk konsumsi keluarga,” ujarnya. (yon)