
Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono menyebut bahwa MoU Penguatan Fungsi Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir dengan PT Semen Padang sangat berarti bagi BKSDA Sumbar. Apalagi dalam MoU/PKS pada Selasa (19/7) itu, juga ada dukungan untuk operasionalisasi TTS (Tempat Transit Satwa). Kemudian bagi PT Semen Padang, PKS ini akan mempermudah koordinasi dengan BKSDA jika terjadi konflik dengan satwa liar.
Pasalnya, areal tambang batu kapur PT Semen Padang berada di dekat kawasan Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir. Dan tentunya, konflik dengan satwa liar berpotensi terjadi. “Jadi, apa bila ada rekan-rekan dari PT Semen Padang di tempat operasi dan sebagainya ada masalah dengan satwa liar, kami dari BKSDA Sumbar akan langsung datang untuk mengamankannya,” kata Ardi Andono, Rabu (20/7).
BKSDA Sumbar, sebutnya, memiliki 4 tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang tersebar di Kota Padang, Bukittinggi, Sijunjung dan Tanah Datar. Kalau ada informasi tentang konflik manusia dengan harimau, beruang dan satwa lainnya, tim WRU paling cepat datang ke lokasi untuk mengantisipasi.
“Begitu juga dengan PT Semen Padang. Kalau ada berkonflik dengan satwa liar di area Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir dan area sekitar tambang batu kapur PT Semen Padang, tim WRU ini yang akan datang segera,” ungkap Ardi.
PKS dengan Semen Padang ini, tambahnya, juga berkaitan dengan program Nagari Ramah Harimau yang tujuannya, bagaimana masyarakat Sumbar bisa beradaptasi dengan harimau. Karena, harimau adalah lambang predator tertinggi. “Orang Minang menyebutnya inyiak balang,” katanya.
Untuk mekasimalkan program Nagari Ramah Harimau, BKSDA Sumbar sudah melakukan pelatihan terhadap masyarakat untuk patroli dan mengantisipasi apa bila ada harimau, termasuk pengusiran harimau. Karena, harimau adalah satwa yang dilindungi. “Kalau anak saya sakit, yang risau itu saya. Tapi kalau harimau yang sakit, sedunia ribut,” ujarnya
Sementara, Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas Kehutanan Sumbar, Mgo Senatung, mengapresiasi PKS tersebut. Karena, area tambang PT Semen Padang dulunya kawasan hutan lindung yang kemudian dialihkan fungsinya menjadi hutan produksi terbatas untuk kegiatan pertambangan.
“Pada prinsipnya, kami mendukung adanya perjanjian kerja sama ini, karena memang sangat diperlukan, mengingat posisi area tambang batu Kapur PT Semen Padang berada di dekat kawasan hutan lindung yang merupakan kawasan Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir,” katanya. (*)