Tindak Lanjut Pertemuan Bupati-Menteri KP, Tim KKP Kunjungi Pessel

22

Tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) mengunjungi Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Rabu (21/04/2021).

Kedatangan tim ini merupakan tindaklanjut pertemuan Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di Jakarta pekan lalu.

Kepala Dinas Perikanan Pessel, Andi Syafinal, mengungkapkan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan telah datang ke sini guna menindaklanjuti usulan program yang disampaikan bupati minggu lalu

Menjelaskan, kunjungan tim KKP RI itu terkait dengan bantuan kendaraan Thermoking roda 6 untuk Koperasi Suci Samudera, Nagari Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti tahun anggaran 2021.

Selain itu, membahas rencana bantuan Coolstorage 100/150 ton tahun 2022 yang merupakan tindaklanjut dari kunjungan Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar ke Kantor KKP RI yang diterima langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono tanggal 12 April 2021.

Disebutkannya, Bupati melakukan pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono untuk menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan Pesisir Selatan.

Baca Juga:  Selain Zona Merah, Pemkab Pessel Perbolehkan Shalat Ied di Masjid

Dalam pertemuan tersebut bupati memaparkan potensi perikanan Pesisir Selatan yang didukung laut dengan panjang garis pantai lebih kurang 240 kilometer, serta didukung oleh Kawasan Wisata Bahari Mandeh.

Kawasan wisata Bahari Mandeh selain potensi wisata juga memiliki sumberdaya perikanan yang dapat dikembangkan. Selain memaparkan potensi perikanan, bupati juga menyampaikan beberapa usulan berkaitan upaya meningkatkan ekonomi nelayan kepada menteri.

Usulan yang disampaikan antara lain, kegiatan revitalisasi pasar ikan, sarana dan prasarana alat tangkap, pengolahan perikanan dan budidaya perikanan darat dan laut.

“Untuk meningkatkan perekonomian nelayan diperlukan adanya modernisasi sarana dan prasarana alat tangkap, pengolahan dan budidaya perikanan serta sumber daya manusia yang mumpuni. Selanjutnya, untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan tersebut diperlukan dukungan pemerintah pusat dengan program kegiatannya dan anggaran melalui dana alokasi khusus (DAK),” terangnya. (elfi mahyuni )

Previous articlePasien Covid-19 Kembali Melonjak, Semen Padang Hospital Siap Siaga
Next articleWaspadai Hama pada Tanaman Hias Philodendron