Ada Yang Baru di Pessel, 6 Spot Wisata Jadi Buruan Traveler! Cek Lokasinya

18
KREATIF: Atraksi bersepeda di atas tali yang ada di kawasan wisata air terjun Palano, Nagari Lakitan Tengah.(IST)

Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perekonomian masyarakat, Pemkab Pesisir Selatan (Pessel) akan terus mengembangkan potensi kawasan wisata baru yang terus bermunculan di daerah itu.

Sebab saat ini masih banyak ditemui kawasan wisata yang memiliki nilai jual tinggi tapi belum terkelola secara maksimal. Apalagi pada kawasan-kawasan wisata baru yang saat ini terus bermunculan di daerah itu.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekdakab Pessel, Gunawan mengatakan kepada Padang Ekspres kemarin (20/6), beberapa kawasan wisata yang dilirik untuk dilakukan pengembangannya di tahun 2022 dan 2023 nanti adalah kawasan wisata Timbulun Painan Timur, Labuangbaruak dan Teluk Sungai Bungin, Pantai Tan Sridano, Pantai Alai, Air Terjun Bayang Sani, dan lainnya.

“Tahun ini dan tahun 2023 nanti, Pemkab Pessel memang tengah melakukan pengembangan dan melirik beberapa kawasan wisata yang memiliki potensi besar untuk dilakukan pengembangan. Di antaranya, kawasan Wisata Timbulun Painan Timur, Labuang Baruak dan Teluk Sungai Bungin, Pantai Tan Sridano, Pantai Alai, Pantai Penyu, dan Air Terjun Bayang Sani,” katanya.

Disampaikannya, beberapa kawasan wisata yang belum begitu mendunia itu, memiliki prospek yang sangat besar bila dilakukan pengembangan dan pengelolaan secara profesional.

“Dikatakan demikian, sebab beberapa kawasan wisata itu pengelolaannya baru dilakukan oleh masyarakat setempat dengan dukungan pemerintahan nagari. Kalaupun pada kawasan wisata Pantai Penyu di Nagari Ampingparak pengelolaanya sudah cukup bagus sebagaimana dilakukan oleh komunitas yang ada di nagari. Namun masih perlu dilakukan sentuhan-sentuhan oleh pemerintah daerah, terutama sekali dari segi sarana dan prasarana, manajemen pengelolaan, serta juga dalam hal promosi. Jika itu dilakukan, maka beberapa kawasan itu akan menambah perbendaharaan jumlah objek wisata di Pessel untuk dikunjungi masyarakat luar daerah nantinya,” ungkap Gunawan.

Baca Juga:  Faperta Unes Serahkan 1.200 Bibit Tanaman untuk Keltan di Kampung Tuik

Agar harapan itu tercapai, maka pihaknya bersama pemerintahan nagari (pemnag) terus melakukan koordinasi. Selain pelatihan terhadap komunitas, salah satu hal mendasar lainnya yang perlu dilakukan untuk mengembangkan dan sekaligus menambah kawasan objek wisata di beberapa kawasan itu adalah akses jalan.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Suhendri, ketika dihubungi kemarin (20/6) menjelaskan, pihaknya memang terus memberikan dorongan dan motivasi kepada semua nagari dan pokdarwis di daerah itu agar terus menggali semua potensi yang bisa dikembangkan di sektor pariwisata.

“Sebab sektor pariwisata ini merupakan potensi Pessel yang bisa diandalkan sebagai PAD di masa datang,” jelasnya.

Ditambahkannya, dengan tidak adanya lagi pembatasan bagi masyarakat untuk berkunjung ke kawasan wisata, sehingga di tahun 2022 ini daerah itu menargetkan PAD di sektor pariwisata sebesar Rp 1,04 miliar.

“Saya optimis target PAD di sektor pariwisata sebesar Rp1,04 miliar tersebut akan tercapai tahun ini. Sebab selama tujuh hari lebaran saja, atau awal pembatasan kunjungan wisata dibuka, Pessel mampu mendapatkan PAD sebesar Rp 282 juta. Itu berasal dari tiket masuk beberapa kawasan wisata berbayar,” ucapnya.

Sebab dengan begitu besarnya potensi wisata yang bisa dikembangkan di masa datang di daerah itu, sehingga sektor pariwisata diyakini bisa sebagai andalan pemasukan bagi daerah. (yon)