4 Oknum ASN Diperiksa: Usai OTT, Polisi Diminta Usut Sumber Kekayaan

102
MASIH PENGEMBANGAN: Ruang Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekdakab Pessel terlihat masih di-police line.(IST)

Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap empat oknum ASN Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Rabu (20/3).

Pemeriksaan secara intensif itu juga dilakukan terhadap oknum kontraktor dengan inisial J, yang juga sama-sama diamankan ketika itu. Pantauan Padang Ekspres di kantor Bupati Pessel kemarin (21/4), terlihat dari dua ruangan yang di police line sebelumnya, salah satunya sudah dibuka, yakni ruang Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang terdapat di lantai tiga.

Namun belum terlihat ada aktivitas pada ruangan tersebut, atau masih terlihat sepi.
Kapolres Pessel, AKBP Sri Wibowo, melalui Kasat Reskrim, AKP Hendra Yose, ketika dihubungi Padang Ekspres Rabu (21/4) di Mapolres Pessel menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap lima orang yang diamankan tersebut.

“Karena pemeriksaan masih sedang berlangsung, maka kita belum bisa memberikan keterangan terkait status empat oknum ASN dan satu orang oknum kontraktor tersebut. Kapan waktunya keterangan bisa disampaikan, kita juga tidak bisa memastikan. Bisa saja nanti, atau besok,” katanya.

Terkait telah dibukanya police line di ruang ULP tempat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada lantai tiga di kantor itu, dijelaskan Hendra Yose karena semua dokumen yang dibutuhkan telah didapatkan.

“Karena dokumen yang dibutuhkan sudah diamankan untuk proses penyidikan, maka police line di ruang ULP LPSE lantai tiga kembali kita buka. Sedangkan khusus ruang Kabag Pengadaan Barang dan Jasa, masih dipasang police line,” ucapnya.

Ditambahkannya, pihaknya akan menyampaikan bila hasil pemeriksaan telah selesai.   Ketua DPC LSM Komunitas Pemantau Korupsi (KPK) Nusantara, Kabupaten Pesisir Selatan, Hanyuspik Panungkek mengapresiasi jajaran Polres Pessel yang telah melakukan pengamanan terhadap empat oknum ASN yang terdiri dari satu pejabat eselon III inisial NH, satu fungsional tertentu penyetaraan, inisial YD, dan dua staf dengan inisial DS dan NF. Termasuk satu orang oknum kontraktor dengan inisial J tersebut.

Baca Juga:  Pertahankan Pola Tanam Serentak, Minimalisir Serangan Hama

“Kita berharap oknum tertangkap OTT oleh penyidik Tipikor Polres Pessel ini agar diusut tuntas. Tentunya dengan melakukan penyidikan dan penyelidikan lebih dalam. Termasuk juga mengali dan mengusut dugaan kekayaan terhadap salah satu pejabat yang diamankan tersebut,” katanya.

Ia berharap pihak Polres Pessel bisa segera menyampaikan ke publik terkait hasil atau status dari empat oknum ASN dan satu orang oknum kontraktor tersebut.

“Ini saya sampaikan, sebab kasus ini sekarang tengah menjadi perhatian publik di Sumbar, khususnya Pessel. Agar tidak menjadi teka-teki berkepanjangan, maka diminta pihak Polres Pessel segera menyampaikannya secara terbuka ke publik,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengamankan empat oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Pessel Rabu (20/4).

Dua ruangan di kantor Bupati Pessel dipasang garis polisi. Sedangkan empat oknum tersebut, masih dalam pemeriksaan secara intensif oleh pihak penyidik Tipikor Polres Pessel.

Dua ruangan yang dipasangi garis polisi itu di antaranya, ruang Kabag Pengadaan Barang dan Jasa, di lantai dua, serta ruang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada lantai tiga di kantor itu.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pessel, Mawardi Roska, membenarkan informasi terkait empat aparaturnya yang diamankan oleh Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Pessel tersebut.

“Saya mendapatkan laporan dari staf secara lisan, ada empat aparatur dari bagian pengadaan barang dan jasa diamankan pihak penyidik Tipikor Polres Pessel. Apa kasusnya, hingga saya belum mendapatkan laporan secara resmi dari pihak kepolisian,” kata Mawardi.

Dijelaskan juga, kejadian itu sudah dilaporkan secara lisan kepada bupati namun hingga saat ini masih menunggu instruksi lebih lanjut. Hingga tadi malam, empat oknum ASN dan satu oknum kontraktor dengan inisial J, masih dalam pemeriksaan di bagian Unit Tipikor Satreskrim Polres Pessel.

Kasat Reskrim AKP, Polres Pessel Hendra Yose, belum bisa memberikan keterangan. Karen sedang melakukan pemeriksaan intensif. (yon)