Lakukan Pembinaan, Nagari Mandiri Pangan Tingkatkan Kualitas Hidup

9
Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar.(NET)

Agar kekuatan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19, terutama pada Nagari Mandiri Pangan tetap tercapai, maka pembinaan terhadap masyarakat di Nagari Mandiri Pangan tetap harus dilakukan jika perlu ditingkatkan.

Hal itu disampaikan karena  program Nagari Mandiri Pangan mulai dikembangkan sejak tahun 2006 secara nasional mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat termasuk juga di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

“Karena melalui kemandirian itu, yang tangguh bukan saja pangan masyarakat. Tapi juga membuat kualitas kesehatan masyarakat melalui pemenuhan gizi yang seimbang tercapai,” ungkap Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, kemarin (21/7) di Painan.

Dia menjelaskan, melalui pembinaan yang berkelanjutan walau di tengah pandemi Covid-19, maka peningkatan ekonomi berbagai sektor sesuai potensi yang dimiliki oleh lima Nagari Mandiri Pangan di daerah itu akan tetap bisa tercapai.


Lima Nagari Mandiri Pangan itu, Nagari Kambang Utara di Kecamatan Lengayang, Nagari Sungai Tunu Utara di Kecamatan Ranah Pesisir, Nagari Limau Gadang Lumpo di Kecamatan  IV Jurai, Nagari Taratak di Kecamatan Sutera, dan Nagari Inderapura Selatan di Kecamatan Pancungsoal.

Sebelum pandemi Covid-19, terhadap lima nagari itu Pemkab Pessel memang telah memberikan perhatian serius terhadap berbagai pembangunan. Seperti sarana jalan, irigasi, jembatan dan infrastruktur ekonomi lainnya.

Baca Juga:  Bupati Launcing Bantuan PPKM dan BST

“Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka kepada wali nagari diminta supaya tetap bisa menonjolkan berbagai kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya. Seperti peningkatan gizi dan peningkatan SDM dengan melibatkan lintas sektor yang ada, baik di nagari maupun di tingkat kecamatan,” pintanya.

Kepala Dinas Pangan Pessel, Alfis Basyir, menjelaskan kemarin (21/7), program Nagari Mandiri Pangan yang juga dikembangkan pada lima nagari di daerah itu bertujuan untuk penanggulangan kemiskinan dan kerawanan pangan.

“Agar masyarakat, terutama di Nagari Mandiri Pangan dalam menghadapi pandemi Covid-19 tetap tangguh, maka pembinaan tetap kita lakukan supaya ketersediaan dan keamanan pangan masyarakat tetap terjamin,” ujarnya.

Disampaikannya, berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan bahwa kerawanan pangan dapat diartikan sebagai kondisi suatu daerah atau rumah tangga yang tingkat ketersediaan dan keamanan pangan bagi pertumbuhan dan kesehatan.

“Strategi yang dilakukan pada nagari mandiri pangan ini adalah membangun ekonomi berbasis pengembangan komoditi yang disesuaikan dengan pengembangan wilayah. Selanjutnya memenuhi pangan bagi kelompok masyarakat miskin di daerah rawan pangan. Itu dapat dilakukan melalui pemberian bantuan atau pemberdayaan oleh berbagai stakeholders secara terintegrasi dan terpadu,” timpalnya. (yon)