Manparekraf Siap Dukung KEK Mandeh di Bukit Ameh

29

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan siap mendukung dan menyukseskan program kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandeh yang terletak di Bukit Ameh Mandeh usai mengunjungi Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel)

“Nantinya, kita akan sukseskan program KEK Mandeh dalam kemajuan wisata yang berbasis alam, bahari dan juga berbasis budaya,” kata Sandiaga Uno di Pantai Carocok Painan, Jumat (23/04/2021).

Diketahui, KEK Mandeh sebelumnya dirancang sejak kedatangan Presiden RI Jokowi pada 2014, orang nomor satu di Indonesia itu mengarahkan kawasan wisata mandeh dijadikan KEK melihat kawasan strategis yang ada di daerah tersebut.

Dalam hal itu pemerintah daerah mengajukan permohonan KEK Mandeh ke Menteri Pariwisata pada 2017 dengan nilai investasi 5 triliun. Namun, sampai kini realisasi untuk perkembangan KEK Mandeh masih belum jelas.

Untuk mewujudkan semua itu tentu butuh kolaborasi dengan beberapa pihak. Terutama, dari pemerintah daerah, provinsi dan DPR RI yang berada di pusat.

“Kita sudah berbincang-bincang tadi dengan Bapak Andre Rosiade yang ikut hadir hari ini. Kita butuh kolaborasi mulai dari bawah sampai ke pusat,” tutur Sandiaga.

Selain itu menurutnya, perlu juga kembali dijalankan program-program pengembangan kawasan wisata yang tertunda seperti, home stay dan kampung wisata dan perkembangan lainnya yang ada di daerah.

“Jadi, kita perlu memetakan beberapa kawasan strategis dan persiapan kawasan wisata dalam menunjang kawasan wisata Pesisir Selatan, yang lebih mendunia dengan keindahan alamnya, pantai dan kekayaan budaya yang dimiliki Pessel,” terangnya.

Baca Juga:  Darizal Basir Bagikan 1.000 Paket Sembako di Padang dan Solok Raya

Sementara itu, Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar mengatakan, dalam perkembangan dan kemajuan wisata di Pessel, ada harapan yang besar daerah dan masyarakat yang belum dapat terwujudkan hingga kini, yaitu program KEK Mandeh yang telah dicanangkan sejak lama.

“Sejak dibukanya jalan Mandeh melalui instruksi bapak Presiden RI Jokowi yang datang pada 2014 lalu. Akses jalan yang dulu hanya bisa ditempuh menggunakan perahu kini sudah bisa dilewati dengan transportasi darat yang bagus,” kata Bupati.

Namun, tambah Bupati, dengan akses jalan yang sudah bagus untuk perkembangan kawasan wisata Mandeh, butuh beberapa program dan dukungan pemerintah pusat dalam kemajuan wisata Mandeh.

Salah satunya, seperti perkembangan dan kemajuan wisata melalui KEK Mandeh, dan untuk itu pemerintah daerah bersama masyarakat, telah menyiapkan lahan seluas 420 hektare untuk dikembangkan sektor swasta melalui KEK Pariwisata.

“Dan kita juga telah menyiapkan beberapa dokumen penting juga sudah diselesaikan seperti masterplan, amdal dan pernyataan kesediaan membebaskan lahan dari masyarakat pemilik lahan, “disampaikannya Bupati.

Dari beberapa persiapan tersebut, lanjut Bupati, hingga kini untuk KEK Mandeh belum juga mendapatkan calon pengusul dari pihak swasta yang ingin berinvestasi.

“Untuk itu, mohon bantuan Bapak Menteri dapat memfasilitasi pembangunan KEK Pariwisata Bukit Ameh Mandeh ke depannya dan membantu kita memfasilitasi ke investor yang bergelut dalam bidang pariwisata,” harapnya. (elfi mahyuni)

Previous articleTujuh Dosen UNP Alumni STOLS Japan Gagas JLILS
Next articleJalan Sioban-Sagitsi Rusak Parah, Jarak Tempuh Warga jadi Bertambah