Jalan Trans Lubuk Ubai Selesai, Bebaskan Tiga Nagari Dari Keterisolasian

35

Upaya pemerintah kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dalam meningkatkan sarana dan prasarana jalan agar semua masyarakat di daerah itu terbebas dari keterisolasian, terus dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun.

Upaya itu juga dilakukan tahun 2022 ini melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Melalui dukungan DAK Penugasan itu, tiga nagari di Kecamatan Airpura masyarakatnya terbebas dari keterisolasian di tahun 2022 ini.

Dikatakan demikian, sebab sepanjang 7,5 kilometer jalan yang dibangun oleh PT Sadewa Karya Tama dengan Konsultan Pengawas PT Putra Aulia yang menghubungkan tiga nagari itu dengan pusat kecamatan, tuntas pembangunannya pekan depan.

Tiga nagari dengan penduduk mencapai 6.500 jiwa itu adalah Nagari Inderapura Timur, Nagari Palokan, dan Nagari Tanah Bakali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Pessel, Devitra Syamsunardini, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Fahrezi Eka Siska, menjelaskan kepada Padang Ekspres kemarin (22/9) bahwa daerah itu sejak tahun 2017 terus mendapatkan DAK Penugasan dari Kementerian PUPR.

“Melalui DAK Penugasan ini sehingga kita secara bertahap bisa melakukan pembangunan dan peningkatan ruas jalan kabupaten. Jalan yang dibangun ini bukan saja memberikan nilai tambah terhadap peningkatan ekonomi dan produksi sentra pangan masyarakat. Tapi juga memiliki nilai sosial kemanusian dalam membebaskan mereka dari keterisolasian,” katanya.

Disampaikannya bahwa tahun 2022 ini melalui dukungan DAK Penugasan Tematik Pengembangan Food Estate dan Produksi Sentra Pangan, daerah itu juga telah membangun ruas jalan Trans Lubuk Ubai sekitarnya.

“Melalui pembangunan ruas jalan sepanjang 7,5 kilometer dengan lebar 3,5 meter ini, masyarakat tidak lagi harus menelusuri jalan melingkar yang jelek berbatu dan berlumpur sejauh 25 kilometer untuk menuju kantor camat,” katanya.

Disampaikannya bahwa selain kualitas pembangunan fisik jalannya bagus, pelaksanaan pembangunan ruas jalan dengan nilai Rp 17,2 miliar oleh PT Sadewa Karya Tama tersebut juga cepat tuntas atau selesai lebih awal.

Baca Juga:  Pelabuhan Panasahan Painan Belum Beri Dampak, Darizal Basir: Butuh Inovasi

“Saya katakan demikian karena pengerjaan proyek dengan masa pelaksanaan 180 hari yang dimulai bulan Mei dan berakhir pada 4 November 2022 mendatang itu, lebih cepat 1 bulan lebih. Saya katakan demikian, sebab pengerjaan yang hanya tersisa 5 persen saat ini, akan selesai pekan depan,” ucapnya.

Lebih jauh dijelaskan bahwa untuk tahun 2022 ini total DAK Penugasan yang berasal dari Kementerian PUPR yang didapatkan daerah itu adalah sebesar Rp 23 miliar. Jumlah itu mengalami peningkatan dibanding tahun 2021 lalu, sebab tahun 2021 itu Pessel hanya mendapatkan DAK Penugasan hanya Sebesar Rp 13 miliar.

“Karena kebutuhan untuk peningkatan dan pembangunan ruas jalan kabupaten yang akan memberikan dampak terhadap peningkatan sentra pangan masih sangat besar. Sehingga kami berharap bantuan DAK Penugasan ini bisa lebih ditingkatkan lagi di tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Hal itu disampaikannya karena dari 2.333,18 kilometer panjang jalan kabupaten yang ada di daerah itu, sepanjang 1.200 kilometer atau sebesar 57 persennya masih sangat membutuhkan untuk dilakukan perbaikan dan peningkatan.

Camat Airpura, Surmayenti, ketika dihubungi Padang Ekspres kemarin (22/9) menyampaikan bahwa masyarakat pada tiga nagari itu sangat berterimakasih kepada Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, karena telah merealisasikan keluhan mereka terkait harapan terhadap pembangunan jalan Trans Lubuk Ubai dan sekitarnya itu.

Selain mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, dampak positif yang sangat besar dari pembangunan ruas jalan itu juga dirasakan oleh siswa SMP N 2 Airpura yang terdapat di Nagari Inderapura Timur.

“Saya katakan demikian, karena sebelumnya untuk menuju sekolah mereka menghabiskan waktu hingga 1 jam lebih, sekarang hanya dalam hitungan 10 menit untuk jarak tempuh paling jauh. Makanya masyarakat sangat berterima kasih. Karena yang memanfaatkan ruas jalan itu bukan saja 6.500 penduduk yang mendiami nagari itu, tapi juga oleh masyarakat luar nagari yang punya lahan perkebunan dan pertanian di tiga nagari itu,” timpalnya. (yon)