Keterbukaan Informasi Pessel Tertinggi, Nofal: Bumikan Hak untuk Tahu

Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dinilai Komisi Informasi (KI) Sumbar sebagai daerah yang paling komit dalam keterbukaan informasi publik.

Ketua KI Sumbar Nofal Wiska mengatakan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Pessel tidak diragukan lagi komitmennya.

Buktinya, tahun 2018 Pessel terbaik pada ajang anugerah keterbukaan informasi publik dan pada 2019 terbaik lagi dengan prediket informatif.

“Pessel satu-satunya kabupaten dan kota berprediket tertinggi ini di waktu itu,” ujar Nofal saat memberikan sambutan pada Bimbingan Teknis Penyelesaian Sengketa Informasi di Painan Conventional Center, Sabtu (24/10/2020).

Meski terbaiknya kuat di PPID, namun kata Nofal, yang perlu jadi perhatian adalah bagaimana publik Pessel terkait kenal, tahu dan mengaplikasikan hak untuk tahunya sebagaimana diatur UU 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Bimtek hari ini bagian untuk membumikan hak untuk tahu publik, karena hak atas informasi publik itu hanya ada pada warga negara Indonesia dan lembaga masyarakat berbadan hukum,” ujar Nofal.

Bimtek ini akan menguliti bagaimana hak publik atas informasi publik. Bagaimana prosedur permohonan, keberatan atas informasi kepada PPID Badan Publik dan bagaimana pula mengajukan permohonan sengeketa informasi publik di KI.

Baca Juga:  Agar Dana Desa tak Menyimpang, Bupati Pessel Terbitkan 15 Peraturan

Pembicara pada Bimtek ini menghadirkan orang yang paham dengan tema Bimtek, yakni “Jadilah Pemohon Informasi yang Cerdas dan Bertanggung Jawab”, yaitu HM Nurnas, Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar yang merupakan inisiator lahirnya Komisi Informasi tahun 2014.

Lalu Arif Yumardi, Komisioner KI Sumbar membidangi Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang merupakan putra Pessel dan PPID Utama Pemkab Pessel Junedi.(rel)