Budi Daya Mina Padi Capai 4.000 Ha, Dikembangkan di Kecamatan Airpura

11
POTENSI: Syamsuardin, petani yang melakukan budi daya mina padi di Pessel tengah melakukan perawatan tanaman padi.(IST)

Program pengembangan usaha mina padi yang mengintegrasikan tanaman padi dengan budi daya ikan air tawar cukup besar di Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Karena besar, sehingga diyakini pola tersebut bisa dijadikan andalan untuk meningkatkan ekonomi petani di masa datang.

Camat Airpura, Surmayenti mengatakan kemarin (24/3), dengan cukup besarnya potensi yang dimiliki dan terjaminnya sumber pengairan yang berasal dari irigasi teknis, membuat masyarakat petani di kecamatan itu mulai melirik pengelolaan lahan pertanian melalui pola usaha mina padi tersebut.

“Potensi luas lahan yang bisa dikembangkan untuk usaha pertanian dengan menerapkan pola mina padi itu mencapai 4 ribu hektare, dengan sumber air berasal dari irigasi teknis. Lahan tersebut tersebar di 10 nagari yang ada,” katanya.

Agar pengembangan potensi itu bisa tercapai maksimal, pihaknya bersama masyarakat mengusulkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, agar program mina padi tersebut bisa dikembangkan di kecamatan itu.

Tentunya melalui berbagai program yang dimiliki oleh Kementerian KKP RI, agar Kecamatan Airpura bisa menjadi percontohan di Pessel. Sebab usaha mina padi tersebut dapat meningkatkan omzet bagi petani.

“Walau demikian, hingga saat ini saya akui belum banyak petani yang beralih ke sistem usaha mina padi ini. Tapi saya optimis secara perlahan mereka akan beralih pada sistem ini, mengingat besarnya potensi lahan yang bisa dikembangkan,” akunya.

Baca Juga:  Sekjen Bawaslu RI Lantik Rinaldi Jadi Kepala Sekretariat Bawaslu Pessel

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Firdaus, ketika dihubungi Kamis (24/3) menjelaskan, pemeliharaan ikan pada lahan sawah selain dapat meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan petani, juga dapat meningkatkan kesuburan tanah.

“Bahkan lebih dari itu, yakni dapat mengurangi hama penyakit pada tanaman padi yang pada akhirnya bisa mengurangi biaya produksi,” jelasnya.

Ditambahkannya, mina padi adalah salah satu bentuk usaha tani gabungan yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam. Mina padi dapat meningkatkan efisiensi lahan karena satu lahan dapat digunakan untuk dua komoditas sekaligus, yakni  pertanian dan sarana untuk budidaya ikan tawar.

Melalui mina padi, produktivitas sawah diyakini akan meningkatkan produksi ikan secara organik dan ramah lingkungan, baik dari padi yang dihasilkan, maupun hasil panen dari ikan.

“Melalui pola mina padi ini, kita juga dapat mencegah dan menahan laju alih fungsi lahan. Makanya saya mendorong pola mina padi ini bisa dikembangkan di semua kecamatan di daerah ini, termasuk juga di Kecamatan Airpura ini,” tutupnya. (yon)