Usai Dikritik soal Penamaan Puncak Jokowi, Begini Klarifikasi Bupati

98

Terkait isu yang berkembang di masyarakat tentang penamaan Puncak Jokowi dan Landmark “I Love Painan”, Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Rusma Yul Anwar, menyampaikan klarifikasi tentang isu tersebut pada saat membuka acara Rapat Penetapan Zonasi PPDB di Gedung PCC Painan, Senin, (26/04/2021).

Bupati mengatakan usulan pemberian nama Puncak Jokowi tersebut berdasarkan pada sejarah kunjungan Presiden Republik Indonesia itu ke Pessel

“Tidak ada yang membantah, Jokowi adalah Presiden RI  yang pertama ke Puncak Mandeh, dan ini adalah sejarah bagi kita rakyat Pesisir Selatan,” kata Bupati.

Bupati mengatakan atas perhatian Presiden Jokowi jalan di Kawasan Mandeh dapat diakses seperti yang dirasakan hingga saat ini.

“Terlepas dari permasalahan pilihan politik pada waktu Pilpres dulu, ini adalah bentuk wujud apresiasi kita kepada Presiden yang telah membangun di Kawasan Mandeh,” tambahnya.

Sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati, pihaknya telah memiliki komitmen dan integritas untuk membangun Pessel.

“Kita melihat kondisi APBD tidak cukup membangun Pesisir Selatan, sedangkan anggaran pembangunan fisik (APBN) banyak berasal dari Pusat,” jelas Rusma Yul Anwar.

Baca Juga:  Untuk Ketujuh Kali, Pemkab Pessel Raih Opini WTP

Terkait dengan Landmark I Love Painan, Bupati mengatakan dirinya tidak mengakui itu sebagai landmark.

“Itu bukan landmark, mengapa harus dirobohkan? Sebenarnya kita ingin menggantinya menjadi lebih baik lagi,” kata Bupati.

Bupati mengatakan penggantian itu atas masukan dari seorang anak SMP.

“Secara berseloroh, ia mengatakan kepada saya bahwa bangunan itu seperti meniru-niru di tempat lain, seperti di Batam yang  ada I love Batam. Ini tidak sesuai dengan pesan nenek moyang kit, katanya,” jelas Rusma Yul Anwar.

Bupati mengatakan, usulan itu jika dilihat dari sisi pendidikan dapat untuk menjaga rasa percaya diri anak kita, sekaligus bagian dari proses pendidikan.

“Jangan dilihat dari sisi politiknya, kita apresiasi masukan dari mereka karena di tengah kemajuan zaman ini masih ada anak-anak kita yang peduli terhadap nilai-nilai leluhurnya,” tambah Bupati. (elf)

Previous articleResmi Jadi Bupati Solok, Epyardi Minta ASN Genjot Kinerja & Disiplin
Next articleUsai Terpilih, BUMNag Bersama Tarusan Jaya Resmi Kelola Pulau Soeltan