Transaksi di Pasar Tradisional Pakai QRIS

15
LAUNCHING: Sekkab Pessel, Mawardi Roska, melaunching penggunaan QRIS Bank Nagari bagi pedagang pasar di halaman Kantor Bupati Pessel, Senin (25/10).(IST)

Untuk mempermudah transaksi jual beli seiring kemajuan teknologi, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pesisir Selatan (Pessel), Mawardi Roska, melaunching penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) Bank Nagari bagi pedagang pasar rakyat yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Sejahtera (PPS).

Launching QRIS yang digelar di halaman Kantor Bupati Pessel, Senin (25/10) itu, dihadiri Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Pessel, Azral, Wakil Pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, Syafrizal B, Pemimpin Mobil Unit, Aulia Putra, dan pejabat lainnya.

Sekkab Pessel, Mawardi Roska, dalam sambutannya mengatakan, ke depan penggunaan QRIS akan terus digalakkan seiring kemajuan teknologi di dunia yang serba digital saat ini.

“Ya, nanti pedagang dan pembeli tidak lagi menerima uang tunai, semua transaksi dilakukan secara non-tunai. Jadi meskipun tidak membawa uang, pembeli tetap bisa bertransaksi,” katanya.

Hal itu, lanjutnya, merupakan sebuah terobosan bagi pedagang pasar dalam rangka mengikuti perkembangan zaman.

“Khususnya UMKM dan pedagang pasar rakyat di Pessel mengalami tekanan akibat Covid 19. Upaya membangkitkan usaha UMKM dan pedagang tersebut perlu berbagai strategi, salah satunya melalui sistem pembayaran QRIS ini,” tuturnya.

Untuk itu, Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran hadir untuk merancang dan menetapkan standarisasi sistem pembayaran berbasis QRIS tersebut.

“Adapun kelebihan dan manfaat QRIS tersebut adalah efisiensi dan praktis, tidak repot dengan uang kembalian, mengurangi risiko uang palsu, aman, memudahkan pembukuan, murah dan universal,” sebutnya.

Baca Juga:  Pasangan Suami Istri Diamankan, Kedapatan Konsumsi Sabu

Selain itu dia berharap aparatur juga harus mampu menyikapi kemajuan teknologi itu, atau jangan sampai kalah bersaing dengan dunia usaha. Dalam hal ini, aparatur daerah harus cerdas melihat kondisi saat ini, bahkan tanda tangan pejabat juga digital nantinya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Pessel, Azral, yang juga hadir dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya menangkap peluang tersebut dengan mengajukan permohonan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) bagi penerima manfaat, khususnya Persatuan Pedagang Sejahtera (PPS).

Disebutkan, PPS yang berdiri sejak tahun 2017 itu memiliki keanggotaan sebanyak 80 orang yang terdiri dari pedagang Pasar Kambang, Surantih, Labuhan dan Pasar Balaiselasa.

Program itu berupa bantuan sarana dan prasarana perdagangan, antara lain, plang merek pedagang sebesar Rp 30 juta, pajangan/etalase dagang Rp 22,5 juta, jaringan Wifi dan penguat sinyal Rp 20 juta, Troli pengangkut barang Rp 9 juta dan Wastafel Portable Rp 3 juta. Total bantuan PSBI itu sebesar Rp 84,5 juta.

“Bank Indonesia telah menerjunkan secara langsung Generasi Bank Indonesia (GenBI) untuk sosialisasi dan pengawasan PSBI tersebut. Dalam hal ini, Bank Indonesia menunjuk Bank Nagari Cabang Painan untuk aktivasi fasilitas QRIS dan berperan sebagai pendamping PSBI tersebut,” timpalnya. (yon)