Pustu Gelar Kelas Ibu Hamil, Upaya Tingkatkan Kualitas Kesehatan

7
KESEHATAN: Kegiatan kelas ibu hamil di Pustu Pasar Sungai Tunu, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranahpesisir beberapa waktu lalu.(DOKUMEN DINKES PESSEL)

Untuk mengedukasi ibu hamil agar dapat menjalani proses kehamilan dan persalinan lancar, serta melalui fase awal kehidupan bayi dengan bekal pengetahuan dasar, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) gelar kegiatan kelas ibu hamil.

Melalui kelas ibu hamil ini, maka para calon ibu bisa belajar secara kelompok tentang kesehatan ibu hamil secara keseluruhan.

Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Syahrizal Antoni, mengatakan kepada Padang Ekspres, kegiatan kelas ibu hamil itu dilakukan melalui kerja sama kader nagari pada masing-masing puskesmas pembantu (pustu) dengan melibatkan tenaga kesehatan atau bidan desa.

“Melalui kelas ibu hamil ini, maka mereka akan mendapatkan materi seputar kehamilan yang penyampaiannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi ibu hamil itu sendiri. Sehingga bila ada keluhan selama hamil, bisa dilakukan pemecahan dan pencarian solusinya melalui kelas ibu hamil tersebut,” ujarnya.

Disampaikannya, saat ini semua pustu di daerah didorong agar memaksimalkan pembinaan terhadap ibu hamil agar kualitas kesehatan masyarakat semakin membaik di masa datang. “Sentuhan dan pengetahuan tentang kesehatan itu dilakukan secara dini, dan itu bisa dilakukan melalui kehadiran kelas ibu hamil tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan apresiasinya kepada Pustu Pasar Sungai Tunu di Kecamatan Ranahpesisir terkait program kelas ibu hamil yang terus aktif melakukan pembinaan terhadap ibu hamil di Nagari Sungai Tunu tersebut.

Baca Juga:  Wali Nagari Musti Pahami Regulasi Tata Kelola Keuangan

Bidan Susi Oktavia, selaku Fasilitator di Pustu Pasar Sungai Tunu mengatakan, melalui kelas ibu hamil itu pihaknya menerapkan metoda ceramah dan tanya jawab.

“Melalui metoda itu sehingga kita bisa mendapatkan gambaran tentang  situasi dan kebutuhan keluarga mengenai kesehatan ibu hamil di suatu daerah atau nagari. Kelas ibu hamil ini pertemuannya kita lakukan tiga kali dalam satu bulan, atau sesuai dengan kesepakatan antar sesama peserta,” ujarnya.

Dijelaskan juga, setiap akhir pertemuan juga dilakukan senam hamil. “Senam ibu hamil merupakan kegiatan ekstra yang dilakukan fasilitator untuk mengajari para ibu agar dapat mempraktekkannya secara mandiri di rumah. Waktu pertemuan dalam kelas ibu hamil dilakukan pagi atau sore hari dengan lama waktu pertemuan 120 menit, termasuk senam hamil 15-20 menit,” terangnya.

Dia berharap dengan adanya kelas ibu hamil di nagari itu, para suami dan keluarganya dapat mengenal, dan juga merasa perlu untuk mengikutkan ibu hamil dalam keluarganya sebagai peserta secara teratur. (yon)