Lindungi Masyarakat Dari Jeratan Rentenir

18
TINGKATKAN EKONOMI: Asisten II Bidang Perekonomian Sekdakab Pessel, Mimi Riarti didampingi Pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, Helfiyanrika saat penyerahan KUR secara simbolis kepada Ketua Keltan Ternak Cupak Manih, Yuli Handra Wadi.(IST)

Pemkab Pesisir Selatan (Pessel) berkerjasama Bank Nagari Cabang Painan meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Melawan Rentenir di Ranah Minang (MaRanDang). Tujuannya agar perekonomian masyarakat bisa cepat bangkit  di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga mereda dan terlindungi dari rentenir.

Peluncuran itu dilakukan Asisten II Bidang Perekonomian, Mimi Riarti Zainul, kemarin (26/8) pada Kelompok Tani (Keltan) Ternak Sapi Cupak Manih, bersama Pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, Helfiyanrika.

Sasarannya masyarakat untuk kategori super mikro maksimal plafon pinjamannya sebesar Rp 10 juta. Hadir Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Efrianto, Kepala Dinas Pangan, Alfis Basyir, Camat Bayang, Ilham, dan masyarakat penerima KUR.

Mimi Riarti Zainul, dalam kesempatan itu berharap KUR MaRanDang bisa membebaskan masyarakat dari rentenir. “Makanya saya sangat merespons inovasi KUR yang diluncurkan oleh Bank Nagari Cabang Painan hari ini,” katanya.

Dia berharap masyarakat di daerah itu dapat memanfaatkan KUR MaRanDang yang sudah diluncurkan melalui kerja sama Bank Nagari tersebut. “Sebab tujuan KUR MaRanDang ini memang untuk membantu masyarakat agar bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19 tanpa harus berurusan dengan rentenir,” ujarnya.

Dia menambahkan, ini adalah anugerah dari Allah dalam melakukan pengembangan usaha ternak yang dilakukan. “Sebab selain bunga rendah dan tanpa cicilan pokok selama enam bulan, juga tidak mengharuskan pakai agunan. Plafon anggaran yang dialokasikan oleh Bank Nagari Cabang Painan hingga Desember 2021 masih ada untuk 50 orang lagi, dengan total dana yang disediakan Rp 500 juta,” jelasnya.

Pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, Helfiyanrika, dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah yang telah memberikan respons positif terhadap peluncuran KUR MaRanDang tersebut.

“Saya berharap penyaluran KUR kepada Keltan Ternak Cupak Manih ini bisa menjadi contoh oleh masyarakat Pessel. Sebab bila ini berjalan dengan baik, maka besar kemungkinan bantuan atau pinjaman akan bisa terus ditingkatkan di masa datang,” katanya.

Harapan itu disampaikannya agar penyaluran KUR tersebut bisa terus berlanjut pada Kelompok-kelompok lainnya di Pessel. “Saya berharap Keltan Ternak Cupak Manih ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya di Pessel dalam melakukan pengembangan usaha yang didanai melalui KUR ini,” ucapannya.

Baca Juga:  Pessel Terapkan Pelayanan Identitas Kependudukan Digital

Ditambahkannya, penyaluran KUR MaRanDang kepada Keltan Ternak Cupak Manih tersebut perdana di Pessel. “Penyaluran KUR MaRanDang ini akan kita lanjutkan kepada keltan lainnya di daerah ini, bila calon si penerima memang memenuhi persyaratan,” ungkapnya.

Dijelaskan lagi, Keltan Cupak Manih itu terdiri dari sembilan anggota kelompok. “Namun dari sembilan itu, hanya 6 orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan KUR. Mereka sekarang memang tidak sedang menjalani pinjaman lain dari bank, serta terdata sebagai kolektibilitas lancar,” ucapnya.

Ditambahkan lagi, dengan pinjaman Rp 10 juta itu, suku bunganya hanya 6 persen, atau Rp 50 ribu per bulan. “Sebab tujuan KUR MaRanDang ini memang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir, serta meningkatkan usaha di tengah pandemi Covid-19,” timpalnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pessel, Efrianto menjelaskan, peternakan merupakan penyangga ekonomi masyarakat di nagari itu. “Melalui ekonomi penyangga ini, diyakini kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Sebab potensi pengembangannya cukup besar dan bisa dijadikan andalan,” katanya.

Dijelaskan juga, Keltan Ternak Cupak Manih, memang memiliki komitmen yang cukup tinggi dalam melakukan pengembangan usaha peternakan. “Dan ini bisa kita lihat melalui kandang yang mereka miliki, dengan satu koloni dan juga kompak. Sehingga sangatlah pantas Keltan Ternak Cupak Manih ini mendapatkan KUR MaRanDang oleh Bank Nagari,” ujarnya.

Saat ini populasi ternak sapi di Pessel ada 85 ribu ekor. “Kecamatan Bayang merupakan salah satu sentranya, selain juga sentra itik,” ujarnya.

Ketua Keltan Ternak Cupak Manih, Yuli Hendra Wadi, mengucapkan terimakasih kepada Bank Nagari Cabang Painan yang sudah memberikan kepercayaan. “Kepercayaan ini akan kami jaga agar pinjaman untuk mengembangkan usaha yang kami geluti saat ini bisa terus ditingkatkan di masa datang,” ujarnya. (yon)