Petani Padi di Talangjua Terancam Rugi, Dinas Pertanian Salurkan Bantuan

13
Ilustrasi petani padi tengah melakukan penyemprotan pestisida.(NET)

Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, menyalurkan bantuan saprodi berupa pestisida topsin kepada Kelompok Tani (Keltan) Pondok Baru, Kampung Talangjua.

Bantuan itu disalurkan untuk pengendalian busuk batang pada tanaman padi, agar ancaman kerugian bagi petani yang tanamannya busuk bisa dilakukan pencegahan secara dini.

Penyaluran bantuan yang dilakukan pada Selasa (25/1) itu, dihadiri oleh Petugas POPT Wilayah Ranah Ampek Hulu Tapan, Penyuluh Pertanian Supervisor, Penyuluh Pertanian WKPP, dan pengurus Keltan Pondok Baru.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Madrianto, Kamis (27/1) di Painan. Dia menjelaskan, penyakit busuk batang atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan stem rot, menyerang pada tanaman padi dalam dua fase.

Dua fase itu terdiri dari fase vegetatif, yakni di saat tanaman sedang dalam pertumbuhan anakan, dan yang kedua fase generatif, yakni pada saat pengisian bulir. “Bila ini dibiarkan, bisa menyebabkan kehilangan hasil mencapai 80 persen. Makanya perlu dilakukan penanganan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, gejala awal terjadinya busuk batang atau stem rot itu dapat dilihat dari bercak hitam di sisi luar pelepah bagian batang bawah oleh cendawan.

“Dalam beberapa hari, bercak hitam tersebut bisa menembus batang pada tanaman padi. Setelah terserang total, batang padi akan menjadi lemah. Anakannya juga akan berhenti tumbuh, dan mengakibatkan tanaman akan roboh atau rebah walau tidak terkena hujan dan angin besar,” jelasnya.

Cara pengendalian busuk batang bisa dilakukan melalui penyemprotan dengan menggunakan pestisida jenis fungisida yang berbahan aktif difenokonazol. Selanjutnya lakukan pengelolaan air secara intermitten, jangan terlalu digenang dan sempatkan untuk pengeringan lahan.

Jerami dan tunggul padi yang terkena penyakit busuk batang, juga harus dibakar agar penyakit tidak menyebar lagi ke tanaman baru di musim tanam berikutnya. Lakukan pemupukan yang berimbang dengan pemberian unsur kalium) dan unsur nitrogen, sehingga dapat menurunkan persentase infeksi yang ditularkan oleh cendawan busuk batang.

Ada hubungan antara status hara tanaman dengan timbulnya penyakit. Kadar nitrogen yang tinggi, kalium dan silikon yang rendah menyebabkan tanaman lebih peka terhadap infeksi pathogen.

Peran kalium untuk menurunkan tingkat serangan busuk batang telah dibuktikan melalui percobaan yang dilakukan di Jakenan yang tanahnya berkadar kalium rendah. (yon)