Warga Nagari Tuik IV Koto Mudiak Harapkan Normalisasi Sungai

3

Setiap musim hujan tiba, Sungai Batang Mudiak terus meluap di Nagari Tuik IV Koto MUdiak, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Bila itu terjadi, yang terendam bukan saja pemukiman warga, tapi juga merusak areal pertanian milik masyarakat di nagari itu.

Agar kecemasan dan kerugian warga tidak berkepanjangan setiap musim hujan tiba, sehingga warga di nagari itu berharap agar bisa segera dilakukan normalisasi. Keluhan itu disampaikan kepada anggota DPRD Sumbar, Bakri Bakar, dari Fraksi Nasdem, saat melakukan reses masa sidang ketiga 2021-2022 di nagari itu Senin (27/6).

Menanggapi keluhan itu, Bakri Bakar akan menjadikan usulan tersebut sebagai poin utama yang akan dia perjuangkan di tingkat provinsi. Juga akan berkoordinasi dengan pihak balai sungai dan segala pihak terkait yang memiliki kewenangan dalam persoalan normalisasi sungai.

“Ini adalah tugas pokok saya untuk menampung aspirasi warga. Nah, di sini, saya menerima keluhan warga terkait sungai. Karena sungai menjadi persoalan mendasar bagi masyarakat di Nagari Tuik IV Koto Mudiak ini,” jelas Bakri Bakar.

Dia berjanji keluhan masyarakat tersebut bakal ditindaklanjuti dengan cepat dengan cara menyampaikan kepada pemerintah Provinsi Sumbar. “Kita akan perjuangkan ini semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan APBD. Kalaupun tidak terealisasi tahun ini, di tahun berikutnya juga akan didorong agar aspirasi-aspirasi warga terwujud,” ujarnya.

Baca Juga:  56 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terjadi di Pessel, Ini Kata Dinsos

Meski demikian, Bakri Bakar juga tidak mengelak bahwa persoalan sungai yang memberikan dampak bencana kepada masyarakat bukan di Kecamatan Batangkapas saja. Tetapi, persoalan itu hampir dialami masyarakat di semua kecamatan.

Namun dalam merealisasikan berbagai keluhan itu, pemerintah juga memiliki keterbatasan anggaran. Politisi Nasdem ini menyadari bahwa aspirasi yang disampaikan warga bukan lagi soal kemauan, tapi sudah merupakan kebutuhan yang patut untuk diperjuangkan.

“Kemanapun pihak terkaitnya, ini akan kita sampaikan. Supaya mereka juga mengerti dengan kebutuhan masyarakat. Ini bukan lagi kemauan tapi sudah kebutuhan,” tuturnya.

Herman 52, tokoh masyarakat dalam kesempatan itu menyampaikan, hingga saat ini masih banyak keluhan warga yang belum kunjung terealisasi. Dari informasi dan sepengetahuannya, Sungai Batang Mudiak belum pernah tercatat ke dalam data base.

Sehingga, sebanyak apapun proposal yang diajukan tidak akan pernah terealisasi.
Justru itu, Herman meminta Bakri Bakar untuk menjajaki hal itu, dengan harapan agar Batang Mudiak itu bisa tercatat dalam data base.

Terkait hal itu, Bakri Bakar, berjanji akan memperjuangkannya sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, serta akan menelusuri apakah Batang Mudiak itu tidak tercatat dalam data base. (yon)