Lawan Covid-19, Kecamatan Awasi Perantau

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno didampingi Bupati Pessel, Hendrajoni saat berkunjung ke tempat Isolasi ODP Covid-19 di Kampung Muaro Painan Selatan, Jumat (10/4) lalu. (IST)

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terus digencarkan hingga ke nagari. Upaya tersebut itu bisa memutus mata rantai penyebaran virus korona (Covid-19) yang semakin merebak.

“Langkah ini kami lakukan agar semua nagari di Kecamatan IV Jurai ini, benar-benar bersih dari ancaman penularan virus korona. Hingga saat ini masing terus meningkat secara nasional,” kata Camat IV Jurai, Salman Alfarizi, kepada Padang Ekspres, kemarin.

Melalui penerapan PSBB, kata Salman, pihaknya tidak saja mewajibkan semua pendatang dan warga dari rantau memakai masker. Akan tetapi juga terhadap semua warga di nagari itu. Berkat upaya itu, dari 20 nagari yang ada di Kecamatan IV Jurai, 11 nagari dinyatakan bersih dari kasus Covid-19.

“11 nagari sudah dinyatakan bersih total atau terbebas dari ancaman penyebaran Covid-19. Agar 9 nagari lainya juga bersih, kami dari Forkopimca juga akan menyisirinya. Termasuk juga terhadap 4 nagari lainya terdapat di Bungopasang sebagaimana dilakukan pada Selasa (28/4) malam lalu,” ujarnya.

Dia menegaskan para pendatang atau perantau berkeinginan untuk menetap sementara di Pessel, khususnya di Kecamatan IV Jurai, agar melaporkan diri pada wali nagari dan puskesmas terdekat. Bahkan diwajibkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Kepada wali nagari dan kepala kampung, agar terus menyosialisasikan bahaya Covid-19, dan manfaat memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah. Sebab melalui instruksi Bupati Pesisir Selatan Nomor: 100/08/GTC-IV/2020 tanggal 6 April 2020 ini, kami dari Forkopimca akan melakukan tindakan tegas kepada masyarakat yang tidak memakai masker dengan cara menyuruh balik arah bila melintasi batas nagari. Ketegasan ini kami lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di 20 nagari,”  tuturnya.

Tidak hanya itu, setiap nagari di IV Jurai juga didirikan posko penanggunglangan Covid-19. Tujuannya untuk memeriksa warga yang keluar masuk ke nagari dan memantau pendatang baru guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

”Bahkan setiap nagari mendirikan posko penanggulangan dengan tujuan memeriksa setiap warga yang keluar masuk nagari. Semoga ini bisa mengantisipasi penyebaran Covid-19 kepada masyarakat,” ujarnya.

Hal senada juga dilakukan di Kecamatan Bayang. Forkopimca Bayang terjun langsung menemui masyarakat dan memberikan penyadaran pentingnya berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Termasuk melakukan imbauan pemberlakuan PSBB untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Camat Bayang Ilham menjelaskan pihaknnya menggunakan kendaraan dengan pengeras suara melakukan sosialisasi itu. Pihaknya menyerukan agar aktivitas warga dikurangi selama masa darurat berlangsung.

“Dalam terjun ke masyarakat, kami juga melakukan pengecekan suhu tubuh ke masyarakat. Termasuk juga melakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu, jajarannya terus memantau dan mengecek lalu lintas keluar masuknya warga menggunakan transportasi umum. Kami berharap masyarakat disiplin mematuhi anjuran pemerintah untuk menerapkan social distancing,” ujarnya.

Perketat Pengawasan

Sementara Camat Ranah Ampek Hulu Tapan Alam menegaskan pengawasan daerah perbatasan Tapan-Sungai Penuh Kerinci Jambi sudah mulai diperketat. Orang yang masuk ke Sumbar melalui Pessel diperiksa secara teliti. Hal itu bertujuan mencegah penyebaran virus.

“Petugas melakukan pengecekan suhu penumpang dan penyemprotan disinfektan untuk kendaraan yang masuk. Prosedur yang dilakukan untuk memperketat pengawasan di kawasan perbatasan,” ucapnya.

Dia menjelaskan kendaraan yang dilakukan memeriksa adalah kendaraan roda empat. Baik bus maupun mobil pribadi. Petugas juga akan menanyakan jadwal perjalanan penumpang.

Jika mereka memiliki publikasi perjalanan dari wilayah yang terjangkit Covid-19, maka mereka akan mendapatkan status sebagai orang dalam pemantauan (ODP). “Mereka akan dipantau pihak puskesmas, terkait perkembangan kesehatannya,” pungkasnya.(yon/uni)