Lewat Iman, Imigrasi Padang Masuk ke Nagari-Nagari

27

Petugas Imigrasi Kelas I TPI Padang saat masuk ke Nagari Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan untuk memberikan informasi keimigrasian lewat inovasi layanan Iman.

Selain punya inovasi layanan Randang untuk permudah para lanjut usia, ibu hamil (bumil), dan disabilitas membuat paspor, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang juga punya inovasi layanan bernama Iman.

Iman singkatan dari Imigrasi Masuk Nagari ini merupakan inovasi layanan penyebaran informasi tentang produk-produk terbaru Imigrasi Kelas I TPI Padang seperti M-Paspor dan undang-undang terbaru tentang izin tinggal.

“Jadi inovasi layanan Iman ini, Imigrasi Padang masuk ke nagari-nagari di Sumbar,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang Napis, Kamis (30/6/2022).

Napis mengatakan, inovasi layanan ini bertujuan agar masyarakat bisa mengetahui informasi seputar keimigrasian, cara membuat paspor, cara memperpanjang paspor, dan seputar tugas Kantor Imigrasi.

“Inovasi ini dirancang karena masih banyak daerah yang belum terjangkau dan peminat pembuatan paspor terus meningkat,” ungkap Napis.

Napis menyampaikan, sejak inovasi layanan Iman ini diluncurkan Maret 2022 lalu, petugas imigrasi telah mendatangi nagari-nagari di sejumlah kabupaten dan kota di wilayah hukum Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang secara berkala.

Baca Juga:  Pemkab Pessel Minta Evaluasi Pengelolaan Kearsipan Daerah

Di antaranya Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, dan Kota Sawahlunto.

“Yang akan dilakukan itu di Kota Solok, Kabupaten Solok, Kota Padang, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Insya Allah dalam waktu dekat, petugas imigrasi kita akan datang ke nagari-nagari di wilayah tersebut,” tutur Napis.

Lebih lanjut Napis menyebut, sejauh yang telah dilakukan, masyarakat sangat antusias dengan adanya inovasi layanan Iman ini dan tahu langkah-langkah membuat paspor dan memperpanjang paspor.

“Sebelumnya masyarakat yang lanjut usia banyak yang gagap teknologi. Tapi mereka membutuhkan paspor untuk melaksanakan umroh dan haji. Dengan Iman ini, alhamdulillah masyarakat bisa tahu caranya buat paspor,” tutup Napis. (idr)