Ada Penambahan 10.365 Pemilih di Pessel, Sukseskan Pilkada Butuh Rp20 M

14
Rinaldi

Untuk meningkatkan kualitas daftar pemilih, serta menjamin hak pilih warga negara dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang demokratis, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) lakukan Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) 2022.

Hal itu disampaikan Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Pessel, Syafrijal Chan, kemarin (29/5). Saat ini pihaknya masih terus melakukan PDPB.

“Ini kita lakukan karena Pemutakhiran DPB merupakan rangkaian kegiatan penyelenggaraan dalam memelihara data pemilih secara menerus, di luar tahapan pemilu atau pemilihan. Tujuannya juga untuk  meningkatkan kualitas daftar pemilih, serta menjamin hak pilih warga negara dalam pelaksanaan pemilu yang demokratis,” katanya.

Ia menegaskan, pengawasan itu dilakukan guna memastikan Pemutakhiran DPB oleh KPU berlangsung sesuai aturan.

“Sampai sekarang pengawasan Pemutahiran DPB masih terus kita lakukan, serta juga berkoordinasi dengan KPU dan pihak terkait lainnya,” ujar Syafrijal Chan.

Dari hasil pengawasan yang telah dilakukan, pihaknya telah merekomendasikan 689 data pemilih ke KPU Pessel. Data tersebut, diantaranya data meninggal atau pemilih meninggal dunia 630 orang, lulusan Polri 44 orang dan tambahan pemilih dari pensiunan Polri/TNI 15 orang.

“Hasil itu kami temukan sesuai hasil pengawasan langsung ke lapangan, dan sudah kita rekomendasikan ke KPU,” terangnya.

Ia juga menyampaikan, berdasarkan data pengawasan Bawaslu Pessel, di daerah itu jumlah Daftar Pemilih Berkelanjutan per April 2022, tercatat 349.227 pemilih.

“Jumlah ini mengalami penambahan 10.365 pemilih, dari DPT Pilkada 2020 yang sebelumnya hanya mencapai 338.912 orang” tutupnya.

Butuh Anggaran Rp 20 Miliar

Sementara itu, untuk menunjang kelancaran pelaksanaan serta tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2024, setidaknya Bawaslu Pessel membutuhkan anggaran sebesar Rp 20 miliar.

Baca Juga:  PMK Merebak! Permintaan Sapi Kurban Tetap Tinggi di Pessel!

Kebutuhan anggaran itu sudah dilakukan penghitungannya oleh bawaslu setempat, serta telah dilakukan penyusunan draft Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan membahasnya bersama komisioner.

“Bawaslu Pessel telah menghitung kebutuhan anggaran untuk penyelenggaraan pilkada tahun 2024. Dari hitungan yang kita lakukan, kita membutuhkan anggaran sebesar Rp 20 miliar. Dana sebesar itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan pengawasan tahapan Pilkada hingga pembayaran honorarium penyelenggara atau pengawas pilkada di tingkat kecamatan, nagari, dan pengawas tempat pemungutan suara,” kata Kepala Sekretariat Bawaslu Pessel, Rinaldi.

Terkait jumlah itu, pihaknya telah melakukan penyusunan draft Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan juga membahasnya bersama komisioner.

“Insya Allah nanti akan segera kita usulkan dan dibahas dengan Tim Anggaran Perangkat Daerah (TAPD),” jelasnya.

Dibanding Pilkada sebelumnya (tahun 2020, red), usulan anggaran tersebut mengalami kenaikan.  Sebab tahun 2020 lalu itu, anggaran yang diusulkan hanya sebesar Rp 17 miliar, dan disetujui sebesar Rp 11 miliar lebih. Saat itu banyak anggaran yang tidak terealisasi dikarenakan pandemi Covid-19.

Dia menambahkan, setelah dihitung-hitung dan dibahas di tingkat internal Bawaslu Pessel, anggaran sebesar Rp 20 miliar tersebut dapat memenuhi kebutuhan dalam setiap tahapan pengawasan pilkada.

Pihaknya juga akan mencoba untuk membahas usulan anggaran tersebut ke TAPD. “Kita berharap agar berbagai kebutuhan yang disampaikan tersebut, bisa terpenuhi sesuai dengan kebutuhan,” tutupnya berharap. (yon)