Pesisir Selatan dari Hijau Berubah Jadi Kuning

Hari ini, Kabupaten Pesisir Selatan menyusul Kabupaten Padangpariaman. Pasalnya, terjadi penambahan warga Pesisir Selatan yang positif terinfeksi covid-19. Maka, status Kabupaten Pesisir Selatan yang semula Zona Hijau berubah menjadi Zona Kuning.

Pasien di Pesisir Selatan yang terkena virus corona tersebut adalah perempuan berusia 49 tahun, warga Kambang. Pekerjaan sebagai Tenaga Kesehatan, terinfeksi karena pulang dari Jakarta tanggal 17 Juli 2020, penanganan isolasi mandiri sementara.

Total sampai Jumat sore ini (31/7/2020), telah 948 warga Sumbar terinfeksi covid-19. Terjadi penambahan 41 orang positif terinfeksi covid-19. Sembuh bertambah 2 orang, sehingga total sembuh 760 orang. Namun hari ini juga ada 1 orang pasien positif covid-19 yang meninggal dunia, sehingga total meninggal 34 orang.

Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso dipimpin Dr dr Andani Eka Putra MSc melaporkan bahwa, dari 1.541 pemeriksaan sample (1.518 di Lab Fakultas Kedokteran Unand dan 23 di Lab Veteriner Baso Agam), terkonfirmasi tambahan 41 orang warga Sumbar positif terinfeksi covid-19, kesembuhan pasien covid-19 setelah 2x konversi negatif bertambah 2 orang dan meninggal dunia bertambah 1 orang.

Total spesimen yang telah diperiksa sampai hari ini berjumlah 72.173 spesimen. Jumlah yang diperiksa 63.162 orang. Positivity Rate (PR) 1,50%, yakni masih terendah dan terbaik nasional.

Sebanyak 948 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Sumatera Barat itu dirawat di berbagai rumah sakit 59 orang (6,2%), isolasi mandiri 73 orang (7,7%), isolasi daerah 6 orang (0,6%), isolasi BPSDM 16 orang (1,7%), meninggal dunia 34 orang (3,6%), dan sembuh 760 orang (80,2%).

Warga Sumbar terkonfirmasi positif sebanyak 41 orang itu adalah:

Kota Padang

  1. Pria 33 th, warga Kalumbuak, pekerjaan Satpam, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  2. Wanita 41 th, warga Korong Gadang, pekerjaan Tenaga Kesehatan, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan isolasi mandiri sementara.
  3. Wanita 35 th, warga Ampang, pekerjaan Kader Posyandu, terinfeksi karena kontak di Pasar Raya, penanganan isolasi mandiri sementara.
  4. Wanita 28 th, warga Lubuak Lintah, pekerjaan Tenaga Kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  5. Pria 28 th, warga Lubuak Lintah, pekerjaan Tenaga Kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  6. Wanita, warga Gunuang Pangilun, diketahui terinfeksi setelah proses tracing, penanganan isolasi mandiri sementara.
  7. Wanita 29 th, warga Sungai Sapiah, pekerjaan Dosen, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan isolasi mandiri sementara.
  8. Wanita, warga Koto Panjang Ikua Koto, diketahui terinfeksi setelah proses tracing, penanganan isolasi mandiri sementara.
  9. Wanita 34 th, warga Tanah Sirah, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  10. Bayi (laki-laki) 1 th, warga Lubuak Lintah, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  11. Pria, warga Aia Tawa, diketahui terinfeksi setelah proses tracing, penanganan isolasi mandiri sementara.
  12. Pria, warga Dadok Tunggul Hitam, diketahui terinfeksi setelah proses tracing, penanganan isolasi mandiri sementara.
  13. Pria 46 th, warga Koto Lua, pekerjaan karyawan Bank, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  14. Wanita 39 th, warga Koto Lua, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  15. Pria 34 th, warga Kuranji, pekerjaan karyawan Bank, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  16. Pria 63 th, warga Parak Laweh, status pensiunan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  17. Wanita 52 th, warga Kapalo Koto, pekerjaan Sekretaris, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan isolasi mandiri sementara.
  18. Pria 57 th, warga Kapalo Koto, pekerjaan ASN, terinfeksi karena riwayat perjalanan dari Kota Sawahlunto tanggal 28 Juli 2020, penanganan isolasi mandiri sementara.
  19. Wanita 22 th, warga Simpang Haru, status Mahasiswa, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  20. Pria 48 th, warga Mato Aia, pekerjaan karyawan Bank, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  21. Balita (laki-laki) 4 th, warga Tanah Sirah, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  22. Pria 23 th, warga Tanah Sirah, pekerjaan pegawai, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  23. Wanita 48 th, warga Kapalo Koto, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  24. Pria 47 th, warga Lubuak Lintah, pekerjaan Dosen, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

Kota Sawahlunto

  1. Pria 63 th, warga Tanah Lapang, pekerjaan pedagang, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan karantina daerah OMTC Sawahlunto.
  2. Wanita 60 th, warga Tanah Lapang, pekerjaan pedagang, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan karantina daerah OMTC Sawahlunto.
  3. Wanita 21 th, warga Tanah Lapang, status Mahasiswa, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan karantina daerah OMTC Sawahlunto.
  4. Wanita 23 th, warga Tanah Lapang, status Mahasiswa, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan karantina daerah OMTC Sawahlunto.
  5. Wanita 51 th, warga Tanah Lapang, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan karantina daerah OMTC Sawahlunto.
  6. Wanita 14 th, warga Tanah Lapang, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan karantina daerah OMTC Sawahlunto.

Kabupaten Agam

  1. Pria 33 th, warga Padang Lua, pekerjaan Guru, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan isolasi mandiri sementara.
  2. Pria 15 th, warga Padang Lua, status pelajar, diduga terpapar dari karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

Kabupaten  Padangpariaman

  1. Wanita 46 th, warga Katapiang, pekerjaan karyawan Bank, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

Kabupaten  Solok

  1. Wanita 39 th, warga Saok Laweh, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  2. Bayi (laki-laki) 4 bulan, warga Saok Laweh, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  3. Wanita 74 th, warga Saok Laweh, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

Kota Solok

  1. Wanita 35 th, warga Tanjuang Paku, pekerjaan ASN, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  2. Wanita 30 th, warga Kampuang Jawa, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.
  3. Wanita 30 th, warga Kampuang Jawa, pekerjaan pedagang, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan isolasi mandiri sementara.
  4. Pria 37 th, warga Pasa Pandan Aia Mati, pekerjaan Wiraswasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

Pasien sembuh sebanyak 2 orang:

  1. Wanita 31 th, warga Pisang, pekerjaan Karyawan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.
  2. Wanita 46 th, warga Indaruang, pekerjaan Personalia, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.

Meninggal  dunia sebanyak 1 orang:

  1. Pria 62 th, warga Lubuak Lintah, status pensiunan ASN, diduga terpapar dari aktivitas keluarga, pasien RS Unand.