Enam Bulan Saluran Irigasi Tersumbat, Petani Tak Bisa ke Sawah

11
TERSUMBAT: Petani di Nagari Tluk Kualo Inderapura, membersihkan saluran irigasi yang tersumbat.(IST)

Masyarakat petani di Nagari Tluk Kualo Inderapura, Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) sudah enam bulan tidak bisa turun ke sawah. Penyebabnya saluran irigasi sekunder yang mengairi ratusan hektare lahan mereka tersumbat dan runtuh di beberapa titik.

Senin (12/8), masyarakat gotong royong membersihkan saluran irigasi. Gotong royong itu juga dihadiri Kasi Pemberdayaan Kecamatan Airpura Apral, dan Wali Nagari Tluk Kualo Inderapura, Dedi Joafnaldi.

“Akibat saluran irigasi yang tidak lancar ini, membuat sekitar 500 hektare lahan di nagari ini belum bisa digarap sejak enam bulan terakhir,” kata Apral, kepada Padang Ekspres, kemarin (30/8).

Dijelaskannya, rusaknya saluran irigasi itu sudah lebih dari sepuluh tahun dirasakan petani. Sebab memang tidak adanya  dilakukan pengerukan.

“Kondisi ini membuat banyak tanggul yang tersumbat, di samping juga ada yang runtuh di beberapa titik. Dengan dilakukan gotong royong, maka petani akan bisa kembali turun ke sawah di musim tanam kedua tahun 2021 ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Nagari Tluk Kualo Inderapura, Dedi Joafnaldi mengakui, kelancaran air melalui saluran irigasi selalu menjadi persoalan setiap tahunnya di nagari itu.

Baca Juga:  Tingkatkan Kapasitas Bamus Nagari Melalui Pelatihan

“Setiap kali mulai turun ke sawah, selalu kelancaran air yang menjadi masalah. Sebab saluran irigasi sekunder yang ada memang tidak lancar akibat banyak penyumbatan. Beruntung budaya gotong royong masih terjaga kuat di nagari ini. Sehingga persoalan bisa teratasi, walaupun masih bersifat sementara atau tidak permanen sebagaimana harapan petani,” ungkapnya.

Dia berharap persoalan terganggunya saluran irigasi akibat penyumbatan, pendangkalan dan rusak di beberapa titik tersebut bisa dilakukan perbaikan secara permanen oleh pemerintah.

“Sebab tanpa upaya itu, maka kelancaran petani untuk turun ke sawah akan selalu terganggu setiap musim tanam. Padahal sekarang di Pessel sudah musim tanam kedua, tapi di nagari ini masih saja yang pertama. Walau demikian kita tetap berharap semoga budaya gotong royong ini tetap terjaga di nagari ini,” timpalnya. (yon)