8 Juni Aktivitas Belajar Mengajar di Sijunjung Dimulai

33
Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin. (Foto: Diskominfo)

Memasuki era ”New Normal”, Pemkab Sijunjung bakal melahirkan kebijakan penyelenggaraan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah. Proses belajar mengajar siswa di Kabupaten Sijunjung mulai diaktifkan tanggal 8 Juni mendatang berlaku mulai dari tingkat TK/SD.

“Proses pembelajaran tetap mengacu pada standar keamanan dan protokoler Covid-19 di bawah pengawasan Tim Gugus Tugas bersama Dinas Pendidikan dan petunjuk teknis Dinas Kesehatan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung, Ramler.

Ia mengatakan di tiap kelas disiapkan sarana cuci tangan pakai sabun, hand sanitizer, jarak tempat duduk siswa diatur, serta setiap siswa dan guru wajib pakai masker. “Sebelum masuk ruang belajar masing-masing siswa, termasuk guru dan staf pengajar akan menjalani cek fisik di bawah koordinasi Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Lama waktu jam pembelajaran pun dibatasi dari waktu normal, yakni hanya tiga kali pertemuan dalam seminggu. Misalnya kelas I, II, III pada hari Senin-Rabu. Selanjutnya kelas IV, V, VI hari Kamis-Sabtu.

Mata pelajaran yang diajarkan juga mengalami perubahan besar lantaran daerah saat ini masih tengah menghadapi pandemi Covid-19. Hingga selama 10 hari nanti para siswa hanya akan mengikuti edukasi ekstra seputar bagaimana upaya antisipasi menghindari ancaman Covid-19.

“Nanti anak-anak tidak akan mengikuti mata pelajaran seperti biasa. Semisal IPA, IPS, Matematika dan lain sebagainya. Melainkan hanya mendapat pembelajaran seputar pencegahan Covid-19 dan cara menjaga kesehatan secara tepat,” bebernya.

Ramler juga menegaskan, orang tua yang tetap merasa tidak nyaman anaknya ke sekolah berhak untuk melarang anaknya tidak ikut sekolah. Proses pembelajaran dapat dilakukan secara daring.

“Artinya, anak-anak yang datang ke sekolah adalah yang telah mendapat izin dari orang tua. Bagi yang tidak diizinkan boleh untuk tidak hadir. Dengan catatan para orang tua tetap harus menjalin komunikasi dengan guru kelas,” pungkas Ramler.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, sejauh ini orang tua masih banyak keberatan anaknya untuk kembali aktif ke sekolah. Mengingat ancaman Covid-19 di Kabupaten Sijunjung masih mengkhawatirkan.

Terbaru, penambahan kasus positif terjadi Selasa (2/6), salah-seorang warga binaan dinyatakan positif terpapar Covid-19, hingga total positif berjumlah 9 orang. “Buat sementara ini saya mungkin tidak izinkan anak ke sekolah, karena situasi di Sijunjung belum aman,” ujar MS, salah seorang wali murid SD di Nagari Muaro, kemarin. (atn)