Masyarakat Sijunjung Usulkan Syafii Maarif Jadi Pahlawan Nasional

10
USULAN: Wabup Sijunjung Iraddatillah ketika berkoordinasi ke Direktorat Jenderal Potensi Sumberdaya Sosial Kementerian Sosial RI, Selasa (2/8) terkait usulan Prof Ahmad Syafii Maarif jadi pahlawan nasional.(IST)

Setelah wafatnya tokoh nasional asal Kabupaten Sijunjung,  Prof Ahmad Syafii Maarif, usulan masyarakat kepada Pemkab Sijunjung terus mengalir agar Syafii Maarif segera diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Keinginan masyarakat tersebut mendapat respons dari Pemkab Sijunjung. Dilakukan berbagai kajian, pertimbngan, serta hal-hal pendukung lainnya. Kemudian Pemkab Sijunjung dibawah koordinasi Wakil Bupati (Wabup) Iraddatillah datang berkonsultasi ke Direktorat Jenderal Potensi Sumberdaya Sosial Kementerian Sosial RI, Selasa (2/8).

“Desakan masyarakat cukup mengalir deras agar Almarhum Buya Syafii Maarif diusulkan menjadi pahlawan nasional. Maka kami atas nama pemerintah daerah datang ke kementerian terkait untuk memperjuangkannya,” ujar Iraddatillah, Rabu (3/8).

Sebagaimana diketahui, Prof Ahmad Syafii Maarif adalah salah satu tokoh nasional yang telah berpulang ke rahmatullah Jumat, 27 Mei 2022. Tokoh yang dijuluki Guru Bangsa ini lahir di Sumpurkudus, Sijunjung, 31 Mei 1935. Meninggal dalam usia 87 tahun.

Iraddatillah menyampaikan, mendiang Syafii Maarif dinilai memang layak diusulkan sebagai pahlawan nasional. Karena semasa hìdupnya cukup banyak perjuangan, prestasi, dan karya luar biasa berhasil ditorehnya. Itu semua demi untuk pembangunan, kemajuan bangsa/negara Republik Indonesia.

Baca Juga:  Sering Dianggap Penyakit Musiman, Gejala DBD Mewabah di Sijunjung

Terakhir, Buya Syafii Maarif menjabat Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Tercatat sebagai mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah. Pendiri Maarif Institute President World Conference on Religion for Peace (WCRP). Serta masih banyak lagi pengabdian dan kontribusi yang diberikan.

Untuk langkah selanjutnya, Pemkab Sijunjung akan membentuk Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) yang bersifat independen, terdiri dari berbagai unsur (akademisi, praktisi, sejarawan dan unsur terkait lainnya)  mengumpulkan data. Meneliti, mengkaji dan menyusun usulan calon pahlawan nasional tersebut.

“Mudah-mudahan keinginan dan usulan masyarakat bersama Pemkab Sijunjung dan Pemprov Sumbar dapat segera diakbulkan,” tukas Iraddatilah, optimis.

Lebih lanjut dia mengharapkan dukungan dari seluruh kalangan,  organisasi dan lembaga yang ada. Sekaligus ikut membantu mengumpulkan segenap data-data pendukung tentang perjuangan dan pengabdian terhadap bangsa oleh Alm Prof Ahmad Syafii Maarif. (atn)