Rampok Toke, Tiga Bandit Ditembak

158
Kapolres Sijunjung dan jajaran memperlihatkan para tersangka perampokan saat ekspose kasus kemarin (5/4). (IST)

Enam perampok lintas provinsi berhasil dibekuk jajaran Polres Sijunjung, Sabtu (3/4) lalu. Tiga diantaranya dilumpuhkan dengan timah panas karena berupaya kabur. Korban yakni Syafrudin panggilan Pono, 68, asal Pariangan, Kabupaten Tanahdatar, seorang toke sapi. Uang Rp76 juta miliaknya digasak enam pelaku tersebut di kawasan Kumanis.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya semua pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Tiga pelaku diketahui berstatus residivis dan sudah sering keluar masuk penjara dalam berbagai kasus kejahatan. Hingga terancam dikenakan hukuman berat.

Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani menuturkan, para pelaku merupakan bandit lintas provinsi diduga cukup berbahaya.
Kerap beraksi di berbagai daerah di Sumbar, Riau, Jambi, dan dalam aksinya dikenal tak pandang bulu.

Mereka masing-masingnya adalah, Edi Rafles alias Edi Lambau, 55, asal Kabupaten Dharmasraya, Sarbaini alias Bute,52, asal Kelurahan Kenali Besar Kota Jambi, Rori Irawan,41, asal Temanipura Kota Jambi, Muchsin, 49, asal Danau Teluk Kota Jambi, Syahanir alias Ode, 56, asal Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, dan Riki Andika alias Riki Kalbes, 42, asal Paculbatu Deli Serdang, Sematera Utara.

Tiga diantaranya, Edi Rafles, Sarbaini, Riki Andika, terpaksa ditembak karena berusaha kabur dari kejaran petugas. Untuk kepentingan hukum, diamankan sejumlah barang bukti, mobil Daihatsu Xenia silver BH 1016 HC, tas kulit yang didalamnya terdapat kantong plastik berisi uang tunai Rp 55 juta, satu unit sepeda motor jenis Suzuki Satria FU BH 2599 ZD, dua paku alat pengembos ban, dua kunci letter T, enam unit handphone berbagai merk, delapan lembar kartu ATM, serta sebuah ban bekas hasil kejahatan pelaku.

“Mereka kelompok bandit antar provinsi, bermodus gembos ban, pecah kaca mobil, kemudian menggasak uang dan barang-barang dalam mobil,” ujar Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, tertangkapnya para bandit tersebut bermula dari adanya laporan pedagang ternak (sapi) menjadi korban pencurian di pinggir jalan, dekat SPBU Kumanis, Kecamatan Sumpurkudus, Sabtu (3/5). Korban saat itu pulang menjual ternak di Pasar Ternak Palangki, Kabupaten Sijunjung, kemudian hendak menuju pulang ke Kabupaten Tanahdatar.

Namun sesampai di dekat SPBU Kunanis, Kenagarian Kumanis, Kecamatan Sumpurkudus, mobil pikap yang ditumpangi korban mengalami bocor ban, hingga terpaksa berhenti untuk proses ganti ban.

Saat itu muncul gerombolan bandit mengambil tas dalam mobil korban, serta barang-barang berharga lainnya. Para pelaku muncul dari arah belakang menggunakan mobil minibus Daihatsu Xenia, kemudian dengan cepat langsung kabur.

Atas kejadian itu korban bersama seorang temannya berteriak minta tolong, hingga sejumlah warga ikut membantu melakukan pengejaran. Tak lama berselang proses pemburuan pelaku juga digelar jajaran Polsek Sumpurkudus bersama Tim Opsnal Reskrim Polres Sijunjung, di bawah komando lngsung Kapolres, AKBP Andry Kurniawan.

Mobil para pelaku coba dicegat petugas di kawasan Kotopanjang, Kecamatan Koto VII, namun dua orang pelaku melompat dari dalam mobil. Sementara tiga lainnya nekad menerobos dan kabur.

Petugas kemudian mengejar pelaku yang masuk ke sebuah persimpangan. Di sana pelaku, kemudian turun dan meninggalkan mobil mereka, petugas yang sigap kemudian terpaksa melumpuhkan mereka dengan timah panas karena tidak mengindahkan tembakan peringatan.

Sementara itu, dua pelaku lainnya yang sebelumnya sempat melompat dari mobil juga berhasil ditangkap petugas. Berikut satu pelaku lainnya kabur dengan sepeda motor jenis Suzuki Satria FU, memiliki peran sebagai penebar paku, pelariannya turut kandas di tangan polisi.

“Gerombolan bandit ini seluruhnya berjumlah enam orang, dalam aksinya saling berbagi tugas, mulai dari memantau korban sejak dari pasar ternak, menebar paku, hingga ke proses eksekusi. Berkat gerak cepat, plus dibantu warga, semuanya berhasil ditangkap,” jelas Kasat Reskrim AKP Abdul Kadir Jailani. Atas kasus curat tersebut para pelaku dapat diancam pasal 363 ayat (1) KUHP dan Pasal 362 KUHP pasal 55, dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara. (atn)

Previous articleNelayan tak Melaut, Harga Ikan Melonjak
Next articlePerjuangan Berat hingga Libatkan Lintas Tokoh