Persiapkan Ruangan Penyakit Paru jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Direktur Utaman RSUD Sijunjung, dr. Edwin Suprayogi memberikan keterangan kepada wartawan terkait penanganan Covid-19 di Sijunjung. (foto: Diskominfo)

Meski sampai saat ini belum ada pasien positif terinfeksi virus korona (Covid-19) di Kabupaten Sijunjung, tapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di daerah itu tengah menyiapkan ruangan isolasi.

Plt Direktur Utama RSUD Sijunjung, dr. Edwin Suprayogi menyebutkan, pihaknya sedang mempersiapkan ruang isolasi pasien Covid-19 yang direncanakan dapat menampung sebanyak 18 pasien.

“Ruang isolasi tersebut sebenarnya kita peruntukkan untuk ruang paru. Namun, dengan keterbatasan ruangan. Jadi, ruang paru ini kita gunakan untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa sarana dan prasarana RSUD Sijunjung untuk penanganan Covid-19 belum lengkap, sehingga saat ini belum memungkinkan RSUD itu melayani pasien dalam pengawasan (PDP) berat.

“Oleh karena itu, kami selalu berkoordinasi dengan RS M. Natsir Solok yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan,” terangnya.

Menurutnya, untuk pasien PDP berat tidak hanya RSUD Sijunjung yang tidak mampu menanganinya, tapi juga sejumlah kabupaten dan kota lainnya.

“Sampai saat ini hingga Selasa 7 April 2020, tercatat sebanyak 75 orang dalam pemantauan (ODP) dan dua orang PDP,” jelasnya didampingi Kabid Pelayanan Azmardan, Kabid Keuangan Lis Elfianti, Kasi Penunjang Medis Fenny Rifdayulianti, Kasi Penunjang Non Medis Fadhillah Rahmi dan dr Yeni Putri.

Dia menambahkan, saat RSUD Sijunjung terus berupaya berbenah. Untuk memantau pelayanan, gedung RSUD Sijunjung sudah memiliki sarana CCTV.

“Kita akan terus melakukan perbaikan, baik sistem BLUD, manajemen pelayanan, pengaduan dan lainnya,” ujarnya.(rel/esg)