Bupati Sijunjung Fokus Geopark, Gas, SMA Gratis dan Garap Lahan Tidur

42

Untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Sijunjung dibutuhkan komitmen semua pihak. Bukan saja dari aparatur di pemerintah daerah, namun juga sinkronisasi program pembangunan antara Kabupaten Sijunjung dengan Provinsi Sumbar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, saat menyampaikan paparan pembangunan Kabupaten Sijunjung di hadapan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy dan seluruh kepala SKPD lingkup Pemprov Sumbar, di Auditorium Gubernuran, Selasa (9/3/2021).

Benny Dwifa Yuswir juga memaparkan sinergitas pembangunan usulannya yakni, tersedianya potensi wisata alam, wisata budaya dan wisata khusus yang dikenal dengan Geopark Ranah Minang Silokek.

Program ini acuan pemkab karena sudah dituangkan dalam  masterplan dokumen perencanaan tata ruang yang mengatur letak fasilitas, dan sudah disediakan lokasi sesuai fungsinya.

“Namun kami belum sanggup membangun beberapa fasilitas umum dan fasilitas pendukung untuk mendatangkan pariwisata di Kabupaten Sijunjung. Lewat rakor ini diharapkan tercipta sikronisasi dari provinsi dan kabupaten kota,” harapnya.

Selain itu, Sijunjung juga memiliki sumber cadangan minyak bumi dan gas satu-satunya di Sumbar yang bisa diproduksi sebesar 245,12 BSCF (billion standard cubic feet) dengan potensi produksi sebesar 35 MMSCFD (million standard cubic feet per day) dan 800 barel kondensat per hari. Lokasinya di Blok Migas South West Bukit Barisan Lapangan  Sinamar.

“Sekarang masih menunggu yang beli gas itu. Gas itu sudah bisa diproduksi melalui kerja sama BUMD migas provinsi dan migas kabupaten Sijunjung. Cadangan itu hanya ada di Sijunjung saja,” jelasnya.

Kemudian pemanfaatan lahan tidur, Benny mohon pemerintah provinsi membuat program-program unggulan sehingga lahan itu dapat dimaksimalkan jadi produktif untuk masyarakat.

Selanjutnya, infrastruktur sarana dan prasarana di Sijunjung memiliki jalan provinsi sepanjang 76,95 km. Saat ini kondisinya rusak dan sering diminta masyarakat baik secara langsung maupun melalui medsos agar diperbaiki. “Dengan adanya kerusakan itu, bahkan ada masyarakat memberi nama Sijunjung kabupaten seribu lobang,” bebernya.

Dalam bidang pendidikan, putra mantan Bupati Sijunjung Yuswir Arifin itu mengungkapkan pihaknya ingin membuat kebijakan sekolah gratis di tingkat SMA/SMK dan sederajat. “Kewenangannya di provinsi. Tapi, kami siap sharing dana dengan pemprov Sumbar melalui BKK,” tukasnya.

Menurutnya, ada sekitar sembilan ribu siswa tingkat SMA sehingga sharing dana sekitar Rp5,7 miliar. “Mohon dukungan Pemprov Sumbar,” harapnya.(rel)

Previous articleIngin Angkat Marwah Bareh Solok, Berikut Strategi Wagub Audy…
Next articleGenius: Akhir Maret, Presiden akan Resmikan Pasar Pariaman