Wabup Sijunjung Divonis 3 Bulan Penjara

Terdakwa Arrival Boy saat mendengarkan putusan Majelis Hakim PN Padang, kemarin (8/9). (IST)

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang memvonis tiga bulan penjara kepada Arrival Boy, terdakwa perkara perusakan Kantor DPD Golkar Sumbar pada tahun 2018. Wakil Bupati Sijunjung tersebut dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan dengan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap barang investaris milik Partai Golkar.

“Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakink. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama tiga bulan. Memerintahkan agar terdakwa segera ditahan,” kata Ketua Majelis Hakim Ade Zulfina Sari saat membacakan amar putusan.

Menurut majelis hakim, hal-hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan, tidak pernah melakukan tindak pidana. Dan terdakwa telah mengganti biaya kerusakan barang inventaris milik Partai Golkar.

Sementara hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa selaku Wabup Sijunjung dan Ketua DPD Golkar Sijunjung, tidak memberikan suri tauladan yang baik kepada masyarakat.

“Menetapkan barang bukti satu buah pecahan  pot bunga, kaca jendela, pecahan kaca meja, dan satu buah meja tanpa kaca,” tegas ketua majelis hakim didampingi hakim anggota Asni Meriyenti dan Khairulludin.

Atas putusan majelis hakim tersebut, terdakwa Arrival Boy yang saat itu mengenakan baju dengan nuansa warna biru dan memakai peci bulat menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Pitria Erwina.

Vonis majelis hakim itu lebih ringan dibanding tuntutan JPU. Sebelumnya, Arrival Boy dituntut dengan tuntutan pidana penjara selama lima bulan penjara. Menurut JPU, terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perusakan secara bersama-sama, sesuai dakwaan kedua Pasal 406 Ayat (1) KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Sebelumnya, dua terdakwa dalam perkara ini yakni Hartani dan Haliman Hamid juga telah divonis tiga bulan penjara oleh majelis hakim PN Padang, pada Oktober 2019 lalu.

Seperti diketahui, perkara ini adalah perkara dugaan perusakan Kantor DPD Golkar Sumbar saat Musyawarah Daerah (Musda) ulang Golkar Sumbar, pada pertengahan April 2018.  Akibat aksi perusakan tersebut, sejumlah barang-barang inventaris DPD Golkar Sumbar seperti vas bunga, pot bunga, kaca meja, kaca jendela, dan meja tanpa kaca mengalami kerusakan.

Selanjutnya pelaku perusakan dilaporkan oleh Mirkadri Miyar ke Polresta Padang. Berkas perkara ini dibedakan menjadi dua berkas penuntutan. Satu berkas untuk kasus tersangka atas nama Arrival Boy, dan satu berkas lagi atas nama Hartani dan Haliman. Kedua berkas sudah diserahkan penyidik Polresta Padang ke Kejari Padang dan dilakukan penyerahan tersangka beserta barang bukti (tahap II) pada Desember 2018. (i)