Mabuk Lem dan Balap Liar Resahkan Warga, Kapolres Bakal Tindak Tegas

15
PERTEMUAN: Tokoh masyarakat Tanjunggadang menyampaikan perilaku remaja dan warga lainnya ke Kapolres Sijunjung, AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi beserta jajaran di Polsek Tanjunggadang, Kamis (9/9).(IST)

Masyarakat di Kecamatan Tanjunggadang mengaku kewalahan dengan perilaku kalangan pelajar suka mabuk (ngisap) lem,  kenakalan remaja, hingga kebut-kebutan di jalan. Untuk itu, warga meminta Kapolres Sijunjung, AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi melalui Satuan Reskrim dan jajaran polsek setempat melakukan tindakan tegas sesuai aturan berlaku.

Tegakkan saja hukum bagi siapa saja yang terbukti melanggar aturan tanpa pandang bulu. Sejauh ini aparatur nagari, perangkat pemuda, tokoh masyarakat dan elemen terkait lainnya di tingkat nagari seakan sudah kewalahan menyikapi persoalan tersebut. Upaya pembinaan dan sosialisasi yang pernah dilakukan selama ini terkesan belum mampu mengubah keadaan.

Bahkan sampai-sampai di berbagai tempat peredaran narkoba juga disebut-sebut marak terjadi, menyasar hampir semua kalangan.  Selain perjudian, minuman keras, dan berbagai perbuatan meresahkan lingkungan lainnya.

Seperti diungkapkan Wakil Ketua Pemuda Nagari Sinyamu, Joni, saat berlangsungnya acara pertemuan Kapolres Sijunjung, AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi beserta jajaran di Polsek Tanjunggadang, Kamis (9/9).

Pihaknya merasa dilema terkait persoalan tersebut. Bila terus dibiarkan, dikhawatirkan generasi penerus terancam rusak. Terutama soal kenakalan remaja, mereka cenderung berbuat keresahan di tengah-tengah masyarakat, serta mengisap lem, makai narkoba, kebut-kebutan di jalanan,  huru-hara.

Ditegur oleh orang tua-tua, mereka kadang membangkang/melawan.  Ironisnya, perilaku menyimpang (mengisap lem) oleh kalangan pelajar (SMP-SMA) diduga terjadi sampai ke lingkungan sekolah, hingga pihak penyelenggara sekolah (guru) turut kesal dan memutuskan memanggil orangtua siswa ke sekolah. Selanjutnya pelajar bersangkutan diberi sanksi dan pembinaan.

”Keluhan dan dilema kami di nagari saat ini adalah terkait kenakalan remaja, dimana mereka marak menghisap lem bahkan mengkonsumsi narkoba,” sebutnya.

Hal senada disampaikanl Ketua KAN Nagari Tanjunglolo, Kecamatan Tanjunggadang, Eka Dt.Rajo Lelo di hadapan Kapolres Sijunjung, Lazuardi.  “Kami mohon kepada kapolres untuk dapat memberantas narkoba dan penyakit masyarakat khususnya di Nagari Tanjunglolo yang sudah marak terjadi. Kami dari unsur ninik mamak berkomitmen tidak akan melindungi para pelaku bila sewaktu-waktu ditangkap petugas kepokisian,” tegasnya.

Baca Juga:  Nagari Aieangek Gelar Batagak Katik Ramadhan 

Celakanya, lagi-lagi disebutkan kenakalan remaja sudah mencederai dunia pendidikan, kelakuan mengisap lem serta-merta terjadi di lingkungan sekolah. ”Keluhan itu yang dirasakan tenaga pendidik saat ini. Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk dapat melakukan giat sosialisasi terhadap pelajar. Kenakalan remaja, menghisap lem dan ugal-ugalan saat berkendara sudah sangat mengkhawatirkan,” timpal Ketua Bundo Kanduang, Nagari Langki, Asniwati.

Menanggapi hal itu, Kapolres Sijunjung AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi mengaku prihatin, bahkan merasa sedih.  Harusnya situasi dan kondisi di tingkat nagari tidak sampai demikian, di mana Kabupaten Sijunjung juga merupakan masyarakat sosial hukum adat.

“Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih atas semua saran dan masukan yang telah disampaikan ini.  Saya berjanji akan segera menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan bagi masyarakat di Kecamatan Tanjunggadang,” tegasnya.

Upaya penindakan akan dilakukan bagi masyarakat yang melanggar hukum, di samping itu pembinaan yang rutin perlu digencarkan khususnya di Kecamatan Tanjunggadang. ”Kerja sama dari masyarakat untuk mendukung dan membantu tugas-tugas Polisi di lapangan sangatlah diperlukan. Khususnya penindakan pelaku kejahatan. Kami akan tetap mengedepankan kearifan lokal,” ujarnya.

Ke depan jangan sampai ada lagi oknum warga mengatasnamakan tokoh masyarakat, tokoh adat berusaha melindungi pelaku kejahatan yang ditangkap Polisi. Jangan ada lagi penutupan jalan lintas, jalan umum, serta lain sebagainya bersifat kekacauan. “Kalau masyarakat taat hukum, kenyamanan dan ketertiban di tengah masyarakat pasti terwujud,” pungkas Lazuardi. (atn)