Jaga Jarak di Pasar Sijunjung Belum Efektif

Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin. (Foto: Diskominfo)

Kepatuhan masyarakat terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih minim. Di Kabupaten Sijunjung misalnya, sejumlah pasar tradisional masih beroperasi. Saat berbelanja, warga juga tidak menerapkan pola jaga jarak.

Terlihat di Pasar Inpres Muaro Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Minggu (10/5/2020), meski banyak pengunjung dan pedagang yang memakai masker. Namun kontak fisik dan saling desak antar pengunjung masih terjadi terutama di pagi hari.

“Mau gimana lagi, kami tetap harus belanja membeli berbagai barang kebutuhan. Bantuan pemerintah tidak sampai ke rumah kami,” keluh Arnis, salah seorang ibu rumah tangga warga Jorong Louh, Nagari Muaro.

Menurutnya dalam situasi apapun ia tetap harus berbelanja ke Pasar Inpres Muaro. Pasalnya, harga barang kebutuhan di komplek pasar itu relatif stabil.

Hal senada diungkapkan Risma. Ia berbelanja ke Pasar Inpres Muaro Sijunjung setiap seminggu sekali. Terkait PSBB, ia turut memakai masker sesuai anjuran.

Sementara itu, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, sejauh ini belum mengeluarkan kebijakan menutup pasar tradisional di daerah itu.

Namun demikian jajaran terkait hingga pemerintahan nagari telah diminta untuk membatasi pedagang dari luar. Supaya interaksi masyarakat tidak bercampur dengan warga dari luar.

“Upaya sterilisasi terus dilakukan Tim Gugus Tugas di seluruh titik perbatasan, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sebaliknya, warga juga diminta tidak bepergian ke luar daerah jika tidak begitu mendesak. Serta perbanyak berdiam di rumah,” tegas Yuswir.

Terkait perkembangan situasi terkini, Yuswir Arifin menegaskan korban positif Covid-19 di Kabupaten Sijunjung masih nol. Sosialisasi, imbauan, dan pemeriksaan di seluruh posko terus dilakukan tim gugus. (atn)