7 Kasus Lakalantas Selama Operasi Ketupat Singgalang

3
KECELAKAAN: Salah satu insiden kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Sijunjung selama Operasi Ketupat Singgalang 2022.(IST)

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2022 terhitung 28 April-9 Mei, Satlantas Polres Sijunjung mencatat ada 7 kasus lakalantas di wilayah hukum Polres Sijunjung.

Alhasil, 19 orang mengalami luka ringan, korban meninggal nihil, kerugian materi ditaksir Rp 60 juta. Kasat Lantas Polres Sijunjung, AKP Bayful Yendri didampingi Kanit Gakkum, Ipda Darwin menuturkan, malapetaka tersebut terjadi di berbagai titik jalur jalinsum Sijunjung.

Disebabkan berbagai faktor, mulai dari faktor kelalaian,  faktor alat kelengkapan kendaraan, serta medan jalan.

”Pada intinya, kasus lakalantas terjadi mulai semenjak dari arus mudik hingga akhir waktu arus balik Lebaran,” katanya.

Dijelaskannya, jumlah lakalantas yang terjadi selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2022 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelunnya. Di mana pada Operasi Ketupat 2021 tercatat kasus lakalantas terjadi 2 kasus.

Secara garis besar hal ini sejalan dengan diberlakukannya kelonggaran oleh pemerintah bagi warga yang ingin melaksanakan mudik Lebaran. Hingga kepadatan arus mudik pada momentum hari mengalami peningkatan secara signifikan.

Di antara para pengendara banyak tidak paham medan jalan, dan mereka melaju berkecepatan tinggi. “Kasus lakalantas umumnya terjadi di jalur jalinsum Kiliranjao – Muarokalaban Sawahlunto,” tegasnya.

Baca Juga:  Tanaman Kakao Diserang Hama, Dinas Pertanian Sijunjung Tinjau Lapangan

Secara rinci ditambahkan Kanit Gakkum, Ipda Darwin, kendaraan yang terlibat lakalantas selama Operasi Ketupat Singgalang 2022 adalah 7 motor, 2 mobil penumpang, 2 unit mobil barang. Sementara untuk jenis bus, nihil. Dalam hal ini korban meninggal dilaporkan nihil.

Setiap kasus yang terjadi pascakejadian langsung ditindaklanjuti jajaran Satlantas Polres Sijunjung sesuai prosedur dan perundang-undangan berlaku. Terhadap korban mengalami luka-luka pun seketika itu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan secara intensif.

Faktor penyebabnya lebih dominan karena faktor human error (kelalaian), alat kelengkapan kendaraan bermasalah, faktor kondisi medan jalan, serta lain sebagainya.

“Meski Operasi Ketupat 2022 sudah berakhir, kami tetap mengimbau agar para pengemudi tetap berhati-hati saat melaju di jalan raya. Bila merasa lelah, mengantuk, jangan terus dipaksakan berkendara, sebab sangat berisiko,” pungkasnya. (atn)