Sekeluarga Terjebak Material Longsor: Satu Luka Berat, Lainnya Luka Ringan

21
DIHANTAM LONGSOR: Warga dan tim BPBD melakukan evakuasi material longsor yang menghantam satu unit rumah di Sijunjung. Bujang Sando mendapatkan perawatan serius karena tertimbun longsor.(IST)

Tanah longsor menghantam satu unit rumah di Jorong Ranahpalam, Nagari Taratakbaru, Kecamatan Tanjunggadang, Kabupaten Sijunjung, Selasa (11/1).

Satu keluarga yang berada di dalam rumah sempat terjebak sebelum akhirnya mendapat pertolongan warga dan tim BPBD setempat.

Dari informasi yang dihimpun Padang Ekspres, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30. Rumah itu diketahui milik Bujang Sando, 50, sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta.
Pada saat itu ia dan keluarganya sedang berada di dalam rumah.

Tiba-tiba ia mendengar suara diikuti getaran keras, dan dalam waktu sekejap bagian dinding belakang rumah roboh, material tanah pun masuk ke dalam rumah.

Mereka sekeluarga histeris, ketakutan dan berusaha menyelamatkan diri. Warga yang mendengar itu beramai-ramai mendatangi lokasi dan langsung bahu-membahu memberikan pertolongan. Pertolongan pertama adalah melakukan proses evakuasi terhadap keluarga tersebut.

Bujang Sando ditemukan dalam keadaan terkapar tertimpa material bangunan bercampur tanah di ruang tengah. Kebetulan saat musibah terjadi, korban dilaporkan sedang bersantai menonton TV.

Melihat kondisi Bujang Sando terkapar tak berdaya, para warga pun bahu-membahu menolongnya, kemudian dilarikan ke RSUD Sijunjung untuk mendapat penanganan medis.

Sementara seorang anak korban (masih di bangku PAUD) dilaporkan sedang berada dalam kamar dan istrinya memasak di dapur. Mereka semuanya tampak shock, dan langsung dievakuasi ke luar rumah.

Baca Juga:  Aksi Petani Sawit Sijunjung Dikawal 170 Personel Polisi

Kemudian datang Tim Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung. Warga bersama personel BPBD melakukan pembersihan material tanah dalam rumah, dan perbaikan kerusakan bangunan.

Kasi Kedaruratan BPBD Sujunjung, Heries mengatakan, pihaknya melakukan proses pembersihan terhadap rumah korban. Longsor dipicu oleh hujan lebat sejak Senin malam, hingga tebing bukit yang berada di belakang rumah korban amblas dan menimpa nangunan rumah korban.

“Terbilang cukup parah, karena dinding bagian belakang roboh, kemudian material tanah cukup banyak masuk ke dalam,” ujar Heries.

Terkait kondisi terburuk dialami Bujang Sando, dikatakan Heries sejauh ini masih sedang  menjalani proses pemulihan. Sedangkan istri dan anak-anak korban kebetulan hanya mengalami luka-luka ringan, hingga cukup mendapat penanganan petugas puskesmas setempat.

Selain kerusakan bangunan, bencana longsor juga merusak sejumlah perabotan milik korban. Kerugian secara materi ditaksir mencapai lebih Rp50 juta.

Demi keselamatan para korban, seluruh anggota keluarga Bujang Sando untuk sementara waktu masih dititip di sebuah rumah warga, mereka diketahui masih ada hubungan saudara. (atn)