Curah Hujan Tinggi, Sijunjung Rawan Bencana

10
WASPADA: Aliran Batang Kuantan di Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung rawan meluap.(IST)

Curah hujan di Kabupaten Sijunjung meningkat sejak sepekan terakhir. Masyarakat diimbau waspada terhadap ancaman bencana.  Terutama terhadap longsor, pohon tumbang, dan banjir.

Hal ini ditegaskan Plt Kepala BPBD Kabupaten Sijunjung, Henri Chaniago, menyusul masuknya musim pancaroba melanda wilayah tersebut. Tim BPBD dituntut siaga terhadap segala kemungkinan yang berpotensi terjadi.

Disebutkannya, Kabupaten Sijunjing secara topografi memiliki banyak daerah perbukitan, berlembah, dan di sana terdapat permukiman penduduk. Selain itu juga dibelah sejumlah aliran sungai, dengan sungai terbesar adalah Batang Kuantan.

Berdasarkan pemetaan BPBD, daerah rawan bencana alam antara lain Nagari Silokek, Sumpurkudus, Lubuktarok, Airhangat, Tanjunggadang, serta Kamangbaru. Paling sering terjadi adalah bencana longsor, pohon tumbang.


”Curah hujan kembali tinggi sejak sepekan terakhir. Maka warga harus meningkatkan kewaspadaan,” ingat Plt Kepala BPBD Sijunjung, Henri Chaniago.

Tak kalah pentingnya kewaspadaan terhadap segala kemungkinan (akibat gejala alam) juga perlu ditingkatkan oleh masyarakat yang bermukim di dekat bantaran sungai. Seperti diantaranya Batang Palangki, Batang Takung, hingga Batang Kuantan yang membelah pusat ibu kabupaten, Nagari Muaro yang bermuara ke Nagari Silokek.

Karena pada sewaktu-waktu tak jarang aliran sungai mendadak meluap akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu, alias banjir kiriman. ”Di Sijunjung ada sejumlah aliran sungai yang pada sewaktu-waktu justru membawa petaka, banjir,” tegasnya.

Dari pantauan Padang Ekspres, hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah Sijunjung, Selasa (13/7) dinihari sampai pagi. Debit air sungai mengalami peningkatan, mendekati ambang batas. (atn)