Kinerja PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang, Laba Naik Double Digit

49

Ada banyak cara untuk bisa meningkatkan kinerja laba. Ada yang memaksimalkan ekspansi kredit dan ada pula yang menempuh langkah efisiensi. PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang di tahun 2021 ini melakukan kolaborasi dari dua langkah strategis tersebut. Buktinya, aset tumbuh single digit, sedangkan laba bersih usahanya bisa tumbuh double digit secara year on year.

“Secara kinerja aset kita tumbuh melandai di tahun 2021 ini. Namun, kinerja laba justru jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020 yang lalu. Hingga akhir tahun 2021 tercatat total aset sebanyak Rp18,86 Miiar, realisasi kredit sebesar Rp11,48 Miliar dan Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp15,39 Miliar. Sementara itu dari tata kelola usaha, BPR Bukit Cati Pematang Panjang jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Buktinya ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operational (BOPO) turun drastic menjadi 86,82 persen dan laba bersih usaha meningkat dari Rp 238 Juta naik menjadi Rp 279 Juta atau tumbuh 17,23 persen secara year on year,” ungkap Direktur Utama PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang, Eki Afdayanti didampingi Direkturnya Nasrudin.

Menurut Eki, target pertumbuhan laba memang susah menjadi focus utama yang dituangkan dalam rencana bisnis bank tahun 2021. Berbagai langkah dilakukan termasuk memaksimalkan aset, realisasi kredit dan pengendalian biaya. Alhamdulillah rencana itu berjalan baik. Asset meningkat sedangkan realisasi biaya mengalami penurunan sehingga laba terkatrol naik.

Aset, Dana dan Biaya

Secara kinerja asset PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang sedikit lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir tahun 2021 tercatat total asset sebanyak Rp 18,86 Miliar. Realisasi aset ini bertumbuh 4,14 persen secara year on year.

Merangkak naiknya realisasi aset dikontribusi oleh Dana Pihak Ketiga dan realisasi kredit. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 15,39 Miliar. Dari dua produk penghimpun dana, kedua sama sama mengkontribusi pertumbuhan. Total dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 13,24 Miliar atau tumbuh 6 persen secara year on year. Sementara itu dana deposito terhimpun sebanyak Rp 2,15 Miliar.

“Untuk kebutuhan dana kita memang lebih memaksimalkan dana tabungan. Ini merupakan langkah taktis kita untuk menekan cost of fund dan membuat kredit bisa lebih kompetitif di pasar,” ujar Eki.

Baca Juga:  Nagari Aieangek Gelar Batagak Katik Ramadhan 

Data yang berbeda justru terlihat pada biaya. Jika Dana Pihak Ketiga bertumbuh secara year on year sebaliknya biaya justru mengalami penurunan. Hingga 31 Desember 2021 tercatat biaya bunga kontraktual sebesar Rp 548 juta atau turun 8,97 persen secara year on year. Sementara itu biaya operasi sepanjang tahun 2021 terlihat konstan dengan realisasi Rp 2,07 Miliar.

Kredit dan Pendapatan

Linier dengan pertumbuhan asset, realisasi kredit juga bertumbuh melandai ditahun 2021. Sampai akhir tahun 2021 tercatat total kredit yang mampu disalurkan sebanyak Rp 11,48 Miliar atau tumbuh 1,59 persen secara year on year.

Dari audit yang dilakukan akuntan public per 31 Desember 2021 tercatat pendapatan bunga kontraktual sebanyak Rp 2,38 Miliar atau tumbuh 5,78 persen secara year on year sedangkan pendapatan lainnya tercatat sebanyak Rp 45 Juta. “Secara akumulasi total pendapatan yang mampu dibukukan selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 2,39 Miliar atau tumbuh sebesar 6,22 persen secara year on year,” ujar Eki.

BOPO dan Laba

Selain sukses menaikkan total asset, PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang ditahun 2021 juga mampu memperbaiki ratio Biaya. Ini bisa dilihat seiring berhasilnya manajemen PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang menekan ratio biaya hingga ke angka 86,82 persen, realisasi BOPO (Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional) inipun turun jauh dibandingkan Ratio BOPO tahun 2020 yang lalu.

“Asset yang bertumbuh, kredit yang meningkat dan biaya yang menurun inilah membuat kinerja laba lebih baik dibandingkan tahun 2020 yang lalu. Total laba bersih usaha yang mampu dibukukan berhasil ditingkatkan dari Rp 238 Juta naik menjadi Rp 279 Juta ditahun 2021 atau tumbuh 17,23 persen secara year on year,” ucap Eki.

PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang merupakan salah satu BPR yang beroperasional di Kabupaten Sijunjung. BPR yang terletak di jalan lintas Sumatera ini sempat mengalami fluktuatif usaha tiga tahun terakhir. Kini BPR yang berada dibawah naungan asosiasi BPR Binaan Bank Nagari ini bisa rebound dan kembali mencatatkan pertumbuhan usaha dan laba. (two)