Daerah Kelabakan Hadapi Lonjakan Covid-19

48
ilustrasi. (net)

Pandemi Covid-19 semakin mengkhawatirkan di Sumbar. Daerah mulai kelabakan menghadapi lonjakan pasien positif. Seperti di Kabupaten Sijunjung, Hotel Bukik Gadang dan Ruang Isolasi RSUD Sijunjung dinyatakan penuh. Bila tetap terjadi penambahan kasus positif, pasien berikutnya akan dikirim ke Padang.

Over kapasitas terhadap dua fasilitas plat merah milik Pemkab Sijunjung tersebut terjadi sejak Sabtu (17/10). Sampai Kamis (15/10), penambahan kasus positif baru tercatat mencapai 44 orang.

Berdasar data di Dinas Kominfo Kabupaten Sijunjung, total keseluruhan pasien Covid-19 telah menembus 249 orang hingga Sabtu (17/10). Sebanyak 105 di antaranya sedang menjalani proses isolasi dan rawatan melibatkan semua kalangan, mulai dari masyarakat sipil, guru, pegawai, sampai pejabat eselon sendiri. Bahkan 3 orang juga dinyatakan meninggal dunia selama virus itu mewabah.

Selain itu, jumlah tenaga medis yang menagani pasien Covid-19 terbilang terbatas. Jika terjadi penambahan kasus baru terpaksa dikirim ke luar daerah, seperti ke Kota Padang.
“Totalnya menjadi sebegitu banyak karena penambahan kasus baru terus terjadi. Seperti hari Kamis kemarin, penambahan kasus baru mencapai 44 orang, yakni 38 orang masuk siang, 6 masuk sore,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanaganan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sijunjung, Rizal Efendi.

Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sijunjung tersebut (merujuk pada proses traking) tak lain adalah rentetan dari klaster Muaro Bodi. Ditambah penularan dari daerah lain, setelah sebelumnya para pasien ditenggarai bepergian keluar daerah.

Tak kalah pentingnya, penyebaran kasus positif juga disebabkan karena kurangnya kesadaran warga dalam mematuhi protokoler Covkd-19 hingga mata-rantai penularan terus bergulir.

Peninjauan
Di sisi lain, usai meninjau ruang isolasi Asrama Haji, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno juga meninjau Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi yang merupakan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Sumbar selain RS. M. Djamil di Padang.

Antisipasi lonjakan pasien baru, Pemprov Sumbar bakal memanfaatkan Gedung Ambun Suri di RSAM yang dialihfungsikan sebagai ruang isolasi bagi pasien Covid-19. Pasalnya memiliki kapasitas ruangan yang cukup besar, serta menyediakan IGD khusus untuk penanganan pasien Covid-19 kategori sedang dan berat.

Gedung Ambun Suri terdiri dari lantai 1 dan 2  yaitu ruang rawat bedah sedangkan lantai 3, 4 untuk ruang rawat Penyakit Dalam. Tapi sekarang ke empat lantai tersebut akan digunakan untuk melayani pasien Covid.

Gubernur menjelaskan, Gedung Ambu Suri bisa melayani pasien Covid-19, maksimal bisa sampai 100 tempat tidur dan diharapkan sudah bisa dimanfaatkan minggu depan.
Selain itu, Irwan juga meminta agar pihak rumah sakit memastikan pelayanan medis untuk pasien Covid-19 tidak terganggu.

“Karena saat ini kasus Covid-19 terus melonjak sampai di atas 100 orang yang terkena Covid, bahkan ada yang sampai 500 lebih. Jadi dalam keadaan darurat pandemi Covid-19 ini, kita akan manfaatkan semua fasilitas yang ada,” ucapnya.

Irwan menyebutkan, pasien Covid-19 kalau tidak ditangani sesegera mungkin akan berakibat fatal, bahkan bisa mengakibatkan meninggal dunia. Untuk itu pemerintah segera mengantisipasi dengan memanfaatkan rumah sakit dan tempat-tempat untuk isolasi bagi pasien positif Covid-19.

Sementara untuk RSAM Bukittinggi sudah banyak permintaan masyarakat untuk menerima rawatan pasien Covid-19, apalagi Bukittinggi daerah strategis dari Payakumbuh, Limapuluh Kota, Agam, Padangpanjang dan Tanahdatar.

Direktur Utama RSAM Bukittinggi dr. Khairul Said menyampaikan Gedung Ambun Suri RSAM sudah mempersiapkan sebanyak 100 tempat tidur dengan bangunan empat lantai. “Kita sudah mempersiapkan 100 tempat tidur, yang terdiri dari 25 tempat tidur setiap lantainya. Semua ini dipersiapkan untuk melayani pasien Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga:  Covid-19, Semen Padang Fasilitasi Karyawan Vaksin Booster Gelombang Ketiga

Ruangan perawatan dan isolasi telah disiapkan. Semua sarana dan prasarana telah dilengkapi. Namun masih terkendala dengan SDM penambahan bagi perawat pasien Covid-19. “Alhamdulillah, Pemprov Sumbar akan memberikan pelatihan bagi perawat kita. Mudah-mudahan ini berjalan cepat dan kita siap menerima pasien Covid-19,” tuturnya.

227 Warga Positif Covid-19
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar merilis, Minggu (18/10) 227 warga Sumbar terkonfirmasi positif Covid-19. Total telah 10.957 orang warga Sumbar terinfeksi. Sembuh bertambah 107 orang, sehingga total sembuh 5.864 orang dan meninggal bertambah 3 orang sehingga total meninggal 206 orang.

Di sisi lain, masih rendahnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan menjadi penyebab terus bertambahnya kasus Covid-19 di Pariaman. Total kasus  suda mencapai 303 kasus, 7 orang meninggal dunia karena korona di daerah itu.

“Jadi begini, untuk memakai masker saja masih susah ya. Kalau ada yang make masker, masih suka makan-makan bersama di luar. Tentu buka masker, nah inilah salah satu sumber penyebarannya,” ujar Kadis Kesehatan Kota Pariaman Syahrul.

Syahrul menyebut di tengah kondisi Kota Pariaman di zona merah seperti saat ini, opsi bungkus saat belanja dan makan di rumah lebih baik. Saat ini total kasus Covid-19 di Pariaman mencapai 303 kasus dengan kasus meninggal mencapai 7 orang. Jumlah yang dirawat di RSUD Pariaman 10 orang dan sembuh 218 orang. Menjalani karantina 10 orang dan isolasi mandiri 58 orang.

Ketika ditanya jika diklasifikasi apakah sebagian besar warga yang positif berasal dari kluster perkantoran? Syahrul menyebut seimbang antara kluster perkantoran dengan masyarakat umum. Untuk itu ia mengajak warga Pariaman agar betul-betul konsisten menerapkan protokol kesehatan.

Penularan di Kota Pariaman saat ini bukan lagi berasal dari luar Kota Pariaman namun antar penduduk Pariaman itu sendiri. Menekan jumlah kasus covid 19 ini sebut Syahrul tak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja namun harus ada kesadaran tinggi dari masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Di Dharmasraya, pertambahan warga  yang terpapar Covid-19 terus terjadi, buktinya Sabtu (17/10) sebanyak 9 orang warga Dharmasraya dinyatakan positif Covid-19 , dengan demikian total warga Dharmasraya yang terpapar positif Covd-19 sebanyak 140 orang. Sementara yang dinyatakan sembuh sampai dengan Minggu (18/10) sebanyak 12 orang. Sedangkan Pelaku Perjalanan Terpantau (PPT) cukup banyak yakni 891 orang.

Ia mengajak warga menghindari memegang benda-benda atau bagian-bagian dari bangunan yang biasa dipegang oleh banyak orang seperti eskalator atau tangga berjalan, handrailing pada tangga atau pagar pembatas dan lain sebagainya karena diketahui penyebaran virus dapat terjadi tanpa adanya kontak langsung dengan yang telah terjangkit sebelumnya, tetapi juga dapat melalui benda-benda yang pernah dipegang oleh yang penderita.

Sementara itu, selama dua hari Sabtu dan Minggu kemarin, tercatat sebanyak 11 orang kasus  positif Covid-19 dan satu orang meninggal dunia dan sudah dimakam oleh relawan PMI sesuai dengan protokol kesehatan. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Tanahdatar, Roza Mardiah mengatakan, total sudah 309 kasus konfirmasi positif di Tanahdatar.(atn/ita/nia/mal)