Bupati Evaluasi Kinerja Pejabat, Gerbong Mutasi di Ambang Pintu

21
Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir.(NET)

Gerbong rotasi dan mutasi di lingkungan Pemkab Sijunjung di ambang pintu, menyusul dilaksanakannya evaluasi program kerja seratus hari oleh pasangan Bupati-Wakil Bupati, Benny Dwifa Yuswir – Irraddatillah (Benny – Radi).

Evaluasi program seratus hari pasangan Benny-Radi erat kaitannya dengan program kerja Pemkab Sijunjung ke depannya secara menyeluruh. Di mana dalam hal ini suksesi kepemimpinan cukup ditentukan oleh kinerja OPD di lingkungan Pemkab Sijunjung, bahkan sebagai OPD menjadi motor penggerak Pemda. Maka dibutuhkan aparatur/ penyelenggara OPD yang andal, inovatif, kompeten.

Bukan sekadar pelaksana program sebagaimana digariskan. Melainkan dituntut mampu berinovasi, serta mumpuni menjawab segala tantangan. Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir menegaskan, program kerja pemerintah daerah ke depan sangatlah berat.

Secara fisik menyangkut pemulihan infrastruktur jalan nasional, provinsi, kabupaten. Dimana fasilitas jalan sangat penting,  berperan penting sebagai urat nadi perekonomian masyarakat.


Berkat gigih, alhamdulilah tahun sekarang (2021) mulai dilaksanakan perbaikan jalan lintas Sijunjung – Dharmasraya. Pada sejumlah titik dilakukan rehap berat. Ditargetkan akhir tahun 2021 proses pengerjaannya tuntas.

Demikian pula dengan jalan antar kabupaten yang menghubungkan Sijunjung – Tanahdatar, proses perbaikan pun dilaksanakan tahun sekarang.  Dimana kondisi terparah erdapat di kawasan Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII. Sampai-sampai fisik jalan ada yang hancur, berlumpur, amblas, berlubang berdiameter besar.

“Pengentasan infratruktur jalan menjadi PR penting yang harus diselesaikan. Maka Pemkab Sijunjung senantiasa berupaya berkoordinasi dengan Pemporov Sumbar, hingga Pemerintah Pusat untuk mengentaskannya,” tegas Benny.

Untuk percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, Pemkab Sijunjung juga proaktif menggenjot sektor kepariwisataan. Kebetulan Sijunjung sendiri punya sejumlah obyek wisata unggulan, yakni Geopark Silokek, serta Perkampungan Adat di Nagari Sijunjung.

Demikian pula tata layanan birokrasi, secara bertahap dilakukan pembenahan-pembenahan. Terutama terhadap lembaga/OPD berbasi bpelayanan publik, kesehatan, sosial, dan kemanusiaan.

Diantaranya dengan membenahi sistem layanan rumah sakit umum daerah, seluruh puskesma, hingga puskesmas pembantu. Pelayanan cepat, ramah, tepat guna, menjadi sasaran utama. Tidak ada istilah masyarakat yang butuh pelayanan ditelantarkan.

“Selama seratus hari pascadilantik, kami fokus membenahi sejumlah bidang, termasuk tata layanan pemerintah. Seraya melakukan penilaian, evakuasi terhadap para penyelenggara pemerintah itu sendiri,” jelas Benny.

Ditegaskannya, untuk memaksimalkan program pembangunan dan sitem layanan pemerintah daerah kedepan. Pimpinan daerah bersama Sekdakab dan tim Baperjakat telah menyusun/ membuat proyeksi calon kepala OPD yang tepat.

Sejalan dengan itu ditampung barbagai masukan, keluhan, saran dan ide dari berbagai pihak. “Untuk terciptanya kinerja professional, Pemkab Sijunjung nanti bisa jadi akan dibuka lelang jabatan untuk mengisi posisi eselon II,” kata Benny.

Seyogyanya pasca dilantik sebagai kepala daerah, pasangan bupati-wakil bupati sudah dapat langsung menyusun dan mengukuhkan struktur kepemimpinan (OPD) baru. Namun hal ini terganjal oleh aturan, dimana pasangan kepala daerah yang baru dapat melantik pejabat baru setelah 6 bulan menjabat.

“Kalau saja secara aturan boleh hari ini, hari ini pun akan dilakukan proses rotasi dan mutasi dilingkungan Pemkab Sijunjung ini,” pungkasnya.  (atn)