2 Warga Keluar dari Keanggotaan Khifatul Muslimin

7
PELUK NKRI: Yosman dan Didik Purwanto yang merupakan Amir Mas'ul Khilafatul Muslimin Kabupaten Sijunjung.(IST)

Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah tanggung jawab bersama sebagai warga negara Indonesia.

Mengemukanya sejumlah paham radikalisme beberapa waktu belakangan tentunya kian meresahkan masyarakat dan pemerintah. Pascaditangkapnya Pimpinan Khilafatul Muslimin beberapa waktu lalu, membawa dampak besar terhadap organisasi ini.

Sejumlah anggotanya yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, banyak menyatakan keluar dari organisasi tersebut dan menyatakan ikrar setia kepada NKRI. Tidak terkecuali untuk anggotanya yang berada di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang juga menyatakan keluar dari organisasi tersebut.

Seperti disampaikan Yosman dan Didik Purwanto yang merupakan Amir Mas’ul Khilafatul Muslimin Kabupaten Sijunjung yang menyatakan keluar dari organisasi Khilafatul Muslimin dan mendukung NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Kami sudah keluar dari Kilafathul Muslimin. Dengan ketulusan hati menyatakan mendukung negara kita Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945” tegas Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Sijunjung, Yosman.

Para mantan Pimpinan dan Anggota Khilafatul Muslimin Kiliran Jao Kabupaten Sijunjung ini juga mengajak seluruh anggota yang masih ada kembali ke pangkuan NKRI. Mereka mengajak kepada seluruh Anggota Khilafatul Muslimin di manapun berada, untuk segera meninggalkan keanggotaanya dan atau keluar dari jemaah Khilafatul Muslimin.

“Kepada Anggota Khilafatul Muslimin yang masih ada kami himbau untuk kembali ke NKRI,” imbau Yosman dan Didik Purwanto.

Baca Juga:  Ambruk, Harga Sawit Rp 600 per Kg! Petani di Sijunjung Mulai Stres!

Pada bagian akhir, Yosman dan Didik Purwanto menyatakan, akan terus mengajak kolega yang masih ada untuk keluar dan menyatakan kesetiaan kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Sebelumnya diberitakan, pengikut organisasi Khilafatul Muslimin terdeteksi keberadaannya di Provinsi Sumbar. Bahkan, anggota dari organisasi keagamaan yang memiliki paham betentangan dengan Pancasila ini tersebar di beberapa daerah di Sumbar.

Meski sudah terdeteksi, namun Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra menyebut tidak langsung melakukan tindakan hukum terhadap pengikut organisasi tersebut.

Irjen Pol Teddy menegaskan, pihaknya melakukan langkah persuasif agar mereka tidak melakukan kegiatan provokatif menyebarkan paham-paham terlarang. Menurut Irjen Pol Teddy, pihaknya masih terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap pengikut kelompok Khilafatul Muslimin di Sumbar.

Menurutnya, sejauh ini pengikut Khilafatul Muslimin di Sumbar, terutama di Padang dinilai mengikuti apa yang diintruksikan. Langkah persuasif kepada mereka agar tidak melakukan gerakan-gerakan atau langkah langkah yang provokatif seperti yang telah viral di daerah lain.

Irjen Pol Teddy mengungkapkan, tidak akan sungkan-sungkan dan menindak tegas, apabila pengikut Khilafatul Muslimin melakukan kegiatan provokatif di Sumbar. Saat ditanyakan terkait jumlah pengikut Khilafatul Muslimin di Sumbar, Irjen Pol Teddy tak merincikannya. Namun, menurut jenderal bintang dua itu, mereka terpusat di Kota Padang.(rel)