Stok Sapi Idul Adha Terbatas! Daya Beli Masyarakat Meningkat! Cek Harganya

14
STABIL: Aktivitas di Pasar Ternak Palangki beberapa waktu lalu. Saat ini harga dan stok sapi di pasar ternak tersebut terbilang stabil.(IST)

Harga sapi masih relatif stabil di Kabupaten Sijunjung seiring kian dekatnya Idul Adha 1443. Untuk satu ekor sapi standar (layak) kurban kini dipatok di kisaran Rp 15 juta.

Daya beli masyarakat juga terus mengalami peningkatan, dan ketersediaan stok terbilang masih mencukupi. Diperkirakan puncak penjualan akan terjadi pada 1 – 5 Juli mendatang.

Tauke ternak di Pasar Ternak Palangki, Daswir, 47, mengungkapkan, pihaknya ikut berupaya maksimal untuk memasok stok, khususnya sapi di Pasar Palangki,  Kenagarian Palangki.

Bobot, ukuran dan jenisnya bervariasi, mulai dari bahan ternak (anakan), sampai untuk jenis sapi pedaging untuk dipotong. Namun sekaitan menghadapi kian dekatnya Idul Adha, dia pun dominan menyuplai ternak untuk keperluan kurban.

Dimana hewan kurban pada momentum ini lebih banyak dicari konsumen. Baik secara perorangan, kelompok, maupun organisasi/lembaga. Sekaitan standar harga jual, khususnya jenis sapi lokal, paling murah dipatok dikisaran Rp15 juta per ekor.

Selanjutnya juga ada diatas Rp30 juta, bahkan lebih. Tergantung bobot, jenis, serta keadaan fisik hewan itu sendiri.  Kenaikan harga diperkirakan akan terjadi setelah tanggal 27 Juni mendatang sampai H-1 Idul Adha. Maka, waktu ideal untuk pembelian hewan kurban adalah menjelang masuknya bulan Juli.

“Harganya beragam, namun untuk keperluan kurban saat ini ada yang hanya Rp 15 juta per ekor. Harga tersebut terbilang masih stabil, standar,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabah PMK Marak di Sumbar, Tak Pengaruhi Retribusi RPH!

Tak kalah pentingnya, sapi yang akan dijual ke masyarakat, turut dibekali dengan surat keterangan sehat dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sebagai salah-satu prasyarat dalam proses jual beli ternak, serta menepis keraguan bagi konsumen tatkala hendak membeli hewan.

Demikian juga halnya dengan hewan ternak jenis kerbau. Sebelumnya, Pemkab Sijunjung sempat menutup operasional Pasar Ternak Palangki, menyusul ditemukannya dua ekor sapi positif terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) oleh Dinas Peternakan Provinsi Sumbar.

Kepala Dinas Pertanian Sijunjung, Ronaldi menyampaikan, pada 13 Mei hasil tes laboratorium Balai Veteriner Provinsi Sumbar menyatakan dua ekor sapi positif PMK di Pasar Ternak Palangki.

Sejak saat itu tidak ada lagi sapi yang masuk guna memutus potensi penularan baru. Diikuti sterilisasi area dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan pada semua tempat/area pasar ternak. Sementara para pedang terus diberikan sosialisasi dan pengertian supaya tidak memasukkan ternaknya ke dalam pasar.

Namun karena situasi telah kembali kondusif, aktivitas Pasar Ternak Palangki pun resmi kembali dibuka/beroperasi, dengan jadwal hari pasar yakni tiap seminggu sekali yakni Sabtu.

“Ya, kini Pasar Ternak Palangki sudah kembali beroperasi, mamun tetap dalam pengawasan secara ketat,” pungkas Ronaldi. (atn)