Sijunjung Nihil Positif Covid-19

Ilustrasi

Sampai kemarin kasus positif  Covid-19 di Kabupaten Sijunjung masih nihil. Atas kondisi demikian, seluruh puskesmas hingga petugas kesehatan rumah sakit diperintahkan tetap siaga satu. Warga diminta tidak panik, tetap mengikuti arahan intruksi pemerintah.

“Berdasar data yang masuk, sampai sekarang korban yang dinyatakan positif dalam kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Sijunjung masih nol. Sementara total ODP dan PDP telah mencapai 5.099 orang,” kata Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin didampingi Sekkab, Zefnihan, serta dihadiri sejumlah kepala OPD terkait.

Ia meminta semua stakeholder bersama masyarakat diminta tetap solid menjaga situasi, batasi akses sosial sampai kondisi nanti dinyatakan stabil. “Bila ada orang baru datang dari luar, harus mengikuti proses karantina selama 14 hari,” sebutnya.

Guna memutus matarantai penularan juga telah difungsikan dua pusat (tempat) isolasi yakni di RSUD Sijunjung dan Gedung SKB. Didukung fasilitas cek kesehatan di daerah perbatasan, serta posko cek point PSBB di sejumlah titik rawan.

Ia mengatakan penularan virus korona saat ini mengkhawatirkan, namun jangan sampai cemas berlebihan. Pencegahan virus dapat diantisipasi dengan membatasi akses sosial, serta perbanyak berdiam di rumah.

Seiring dengan diberlakukannya status PSBB sejak 22 April lalu hingga 5 Mei mendatang. “Bagi petani yang hendak ke ladang, ke sawah, seyogianya tetap dapat dilakukan. Karena itu justru penting guna membiayaai kebutuhan hidup keluarga. Cuma saja akses sosial seperti biasa perlu dibatasi,” jelasnya.

Sekkab Sijunjung, Zefnihan, terkait pendistribusian bantuan bagi warga terdampak wabah korona, saat ini pihaknya sedang merencanakannya. Program bantuan yang diturunkan yakni berasal dari Kemensos, Kemendes, ditambah alokasi dana APBD setempat.

“Sesuai data jumlah keseluruhannya mencapai 13.000 KK, diluar masyarakat PKH. Dari total masyarakat yang masuk kategori layak menerima bantuan dalam musibah Covid-19 saat ini mencapai 23.214 KK,” ucapnya.

Pemkab Sijunjung sendiri, sebut Zefnihan, juga telah mengalokasikan anggaran APBD sekitar Rp22 milliar untuk menghadapi bencana ini. “Namun sifatnya berupa dana cadangan,” tegas Sekkab. (*)