Buya Syafii Wafat, Warga Sijunjung Gelar Salat Gaib

107

Wafatnya Prof Dr KH Ahmad Syafii Maarif atau akrab disapa Buya Syafii membuat masyarakat secara Nasional berduka, Jumat (27/5/2022). Masyarakat Kabupaten Sijunjung yang merupakan masyarakat tanah kelahiran sang Buya pun sontak terhenyak.

Buya Syafii merupakan putra kelahiran Sumpurkudus, Sijunjung, Sumatera Barat. Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian, masyarakat ramai-ramai menggelar Salat Gaib di sejumlah tempat. Armosfir ranah lansek manih diselimuti tangis tertahan.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa bersama Forkopimda, plus jajaran pengurus daerah Muhammadiyah Sijunjung, menyelenggarakan Salat Gaib di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif Kabupaten Sijunjung, Jalan Pasar Inpres, Muaro Sijunjung. Kemudian diikuti live streaming proses penyelenggaraan sampai prosesi pemakaman jenazah almarhum.

Selain di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Salat Gaib juga dilaksanakan ratusan jamaah di Masjid Istiqlal, Nagari Muaro, dihadiri Ketua Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Sijunjung, Sumardi.

Ba’ada Magrib prosesi Salat Gaib juga dilangsungkan di Masjid Rajo Ibadat Sumpurkudus, Nagari Sumpurkudus, Kecamatan Sumpurkudus. Kemudian dilanjutkan doa bersama.

Sebagaimana diketahui, Buya Syafii merupakan seorang ulama dan cendikiawan Indonesia. Lahir di Sumpurkudus Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumbar, tanggal 31 Mei 1935. Ayahnya bernama Ma’arifah Rauf Dt Rajo Malayu, ibunya Fathiyah.

Semasa hidup pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammaddiyah 1998 – 2005. Menjelang akhir hayatnya, masih menjabat sebagai Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP).

Baca Juga:  Ambruk, Harga Sawit Rp 600 per Kg! Petani di Sijunjung Mulai Stres!

Bagi Kabupaten Sijunjung,  begitu banyak sumbangsih yang telah beliau berikan. Di segi pembangunan fisik di antaranya adalah pembangunan Mapolsek Sumpurkudus, tower telekomunikasi di sejumlah tempat, akses jalan Silokek – Mangganti, SMK Perhotelan Mangganti Kecamatan Sumpurkudus, pemugaran dan pembangunan fasilitas pendukung sejarah Rajo Ibadat Sumpurkudus dan PRRI, serta masih banyak lagi.

Terakhir, di tahun 2021-2022, pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif Kabupaten Sijunjung. Saat ini prosres pembangunan gedung megah dua lantai tersebut masih terus berlangsung, terealisasi sekitar 98 persen. Ini seakan sekaligus bakal menjadi kenangan terakhir almarhum.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa, mengaku terpukul atas wafatnya Buya Syafii,  karena itu seluruh masyarakat diimbau ikut memanjatkan doa bersama. “Beliau adalah tokoh kebanggaan kita, mari luangkan waktu memanjatkan doa bersama,” seru Benny.

Hal senada disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Sijunjung, Sumardi, kalangan masyarakat agar meluangkan waktu untuk mendoakan Buya Syafii. “Beliau adalah tokoh nasional kebanggaan kita. Semasa hidup cukup banyak kontribusi yang telah diberikan,” ujar Sumardi.  (atn)