Pemburu Rusa Ditemukan Meninggal, Sekitar 7 Kilometer Dari Titik Hanyut

17
EVAKUASI: Tim BPBD Sijunjung dibantu relawan dan masyarakat mengevakuasi jasad korban yang hanyut di aliran Batang Pamo. Korban ditemukan mengambang dan sudah meninggal dunia.(IST)

Setelah dua hari pencarian, pemburu rusa yang hanyut di aliran Batang Pamo, Jorong Kaplokoto, Nagari Padangsibusuk, Kecamatan Kupitan, ditemukan sudah meninggal dunia, Senin (27/9), sekitar pukul 07.00. Korban bernama Chandra, 39, warga Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII ditemukan sekitar 7 kilometer arah ke hilir sungai dengan jasad mengambang di tepi sungai.

Pascaditemukan, jasadnya langsung dievakuasi oleh Tim BPBD Sijunjung bersama relawan dan masyarakat dan dibawa ke Puskesmas Padangsibusuk, selanjutnya ke rumah duka, Nagari Tanjung. Isak tangis pihak keluarga pun tak terbendung menyambut kedatangan jasad korban.

Polres Sijunjung juga masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. Namun dugaan sementara, korban dinyatakan hanyut terseret arus sungai ketika hendak menyeberang sambil memikul rusa hasil buruan, Sabtu (25/9) dini hari.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sijunjung, Heries menyatakan, dengan ditemukannya korban hanyut, Chandra, maka proses pencarian resmi berakhir. Jasad korban pascaditemukan langsung dievakuasi menuju puskesmas, selanjutnya dibawa ke kediaman korban, Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII.

“Berkat kerja keras siang hingga malam dibantu relawan dan masyarakat, akhirnya korban hanyut tersebut dapat ditemukan. Yakni dalam kondisi mengambang di permukaan sungai, Nagari Pamuatan, sekitar 7 km dari titik hanyut,” terang Haries.

Sebagaimana diketahui, korban dilaporkan tenggelam di aliran Batang Pamo, Jorong Kapalokoto, Nagari Padangsbusuak, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Sabtu (25/9) dinihari.   Sebelum dinyatakan hilang terseret arus, korban sempat diperingatkan temannya, karena arus sungai terlihat sangat deras.

Camat Kupitan, Adri, menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi Sabtu (25/9) sekitar pukul 04.00 dini hari. Korban dilaporkan baru pulang berburu secara tradisional bersama seorang temannya, Adi Purwanto, 43, dari dalam hutan belantara.

Kerja keras berburu di hutan, mereka mendapatkan satu ekor rusa liar, hingga dua sekawan ini sepakat ingin kembali pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang mereka harus menyeberangi sebuah aliran sungai, bernama Batang Pamo.

Saat hendak menyeberang, diinformasikan teman korban, Adi Purwanto, 43, sempat melarang sekaligus menyarankan agar menunggu dulu air sungai surut. Namun tak diindahkan.

Kasat Reskrim Polres, Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailni mengaku masih melakukan pengembangan terhadap kasus tenggelamnya korban, Chandra. Menyusul dilakukannya proses olah TKP, menghimpun keterangan saksi-saksi. (atn)