Desra Ediwan-ASD Gagal Berpasangan Dalam Pilkada Solok

241
Desra Ediwan dan Agus Syahdeman (ASD) salam kompak usai mengakhiri kebersamaan mereka sebagai bapaslon Pilkada Kabupaten Solok 2020.

Setelah diumumkan berpasangan 22 April 2020 lalu, Bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Bupati Solok, Desra Ediwan Anantanur dan Agus Syahdeman (ASD) akhirnya harus gagal berpasangan untuk mendaftar ke KPU.

Kedua Bacalon ini secara resmi mengakhiri kerja sama tersebut di sebuah rumah di Nagari Salayo Kecamatan Kubung, Minggu (2/8) sekira pukul 17.30 Wib, dihadiri sejumlah kader Golkar dan Demokrat.

Kejadian ditinggal pasangan selama proses menjelang Pilkada 2020, sudah 2 kali dirasakan Desra Ediwan Anantanur, sebelumnya Ia juga sempat berpasangan dengan Sabrana, tapi setelah kerja sama beberapa bulan, karena harus mengikuti haluan partai, Sabrana juga terpaksa memilih mundur sebagai pasangan Desra.

Sekretaris Partai Golkar Sumbar Desra Ediwan Anantanur, mengaku cukup terkejut dengan keputusan yang diambil Agus Syahdeman. Sebab menurutnya antusiasme masyarakat cukup tinggi melihat dua nama tersebut berpasangan.

Tapi, sepanjang perpisahan yang dilakukan tidak karena persoalan pribadi, Desra tetap berbesar hati dan menerima keputusan Agus Syahdeman. Apalagi ia memahami sekali posisi seorang calon yang akan maju dalam Pilkada, tentu harus sesuai dengan keputusan dan kehendak partai.

“Kami berdua tidak ada masalah, namun kalau memang ada tekanan dari partai, itu di luar kehendak kita. Agus Syahdeman datang baik-baik dan saat ini pamit juga baik-baik, saya rasa ini tidak masalah,” kata mantan Wakil Bupati Solok dua periode itu, Minggu (2/8/2020).

Meski saat ini Desra belum memiliki pasangan, serta waktu yang semakin mepet, pihaknya mengaku tetap optimis menatap Pilkada Kabupaten Solok, dan Ia mengatakan bahwa sudah ada sejumlah kandidat yang telah memberikan sinyal kuat untuk berpasangan dengannya.

Targetnya, Desra yang maju sebagai calon dari Kabupaten Solok Selatan, mencari pasangan di daerah Kabupaten Solok bagian tengah, sama seperti pasangan sebelumnya yang gagal berpasangan dengan Desra, yakni Agus Syahdeman dan Sabrana, keduanya sama-sama berasal dari Kabupaten Solok bagian tengah.

Apalagi, kawasan tengah itu merupakan kawasan padat penduduk di Kabupaten Solok, terlebih belum ada muncul bakal calon bupati dari kawasan itu. Desra menyebut suda ada sekitar lima nama yang berpotensi mendampinginya.

“hal-hal seperti ini biasa dalam politik, kita tetap fokus maju dan menjalin komunikasi dengan parpol lain, sudah ada beberapa nama yang potensial, kita lihat saja nanti bagaimana perkembangan arah politik di Solok ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Agus Syahdeman, yang juga ketua Partai Demokrat Kabupaten Solok mengatakan, bahwa keputusannya mundur sebagai pasangan Desra Ediwan Anantanur merupakan langkah paling bijak yang bisa ia lakukan saat ini. Apalagi, sisa masa waktu pendaftaran ke KPU juga masih lama.

“saya maju dengan partai, dan semuanya tergantung partai, sampai sekarang kami belum mendapatkan rekomendasi, atas dasar itulah saya ambil keputusan ini, agar juga tidak merugikan Pak Desra nantinya,” ujar Agus Syahdeman.

Lebih lanjut, Ia menyebut, secara partai juga belum diketahui kemana arah dan sikap politik Demokrat dalam Pilkada Kabupaten Solok. Sehingga juga sulit baginya untuk membicarakan lebih jauh langkah seperti apa yang akan dilakukan kedepannya. Tapi, Iia tak menampik, partai Demokrat berpotensi mendukung kandidat lain dalam helatan Pilkada Kabupaten Solok.

“Tapi saya tidak bisa memastikan hal tersebut karena kondisi dan konstelasi politik akan terus berubah dan berkembang, yang jelas keputusan ini murni agar baik saya maupun pak Desra tidak sama-sama dirugikan,” tambahnya.

Adapun, Agus Syahdeman membantah dengan tegas bahwa dia mundur mendampingi Desra karena persoalan pribadi. Dia menegaskan, keputusan hengkang tak lebih karena mengikuti jalan partai.

Meski begitu, Agus yang pernah gagal di Pilkada 2015 itu tetap mendukung Desra maju di Pilkada Kabupaten Solok. Tersebab partai, dia juga tidak menampik berkemungkinan maju mendampingi kandidat lain.

“Secara pribadi, tidak ada persoalan antara Agus Syahdeman dengan Desra Ediwan. Kita hanya kader partai yang harus selalu siap dengan keputusan partai,” tutupnya. (f)