Pemkab Solok Bakal Data Ulang UMKM, Ini Kata Epyardi Asda!

17
Epyardi Asda

Pemerintah Kabupaten Solok dorong pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif, serta berbagai pembangunan difokuskan untuk mendukung perekonomian daerah.

“Untuk UMKM kita nantinya akan mendata para pelaku UMKM di masing-masing nagari dan nantinya akan diberikan bantuan modal,” ujar Bupati Solok, Epyardi Asda.

Selanjutnya, mengenai perhatian terhadap permasalahan modal, ia juga mengatakan, pihaknya hanya bisa memberikan bantuan berupa peralatan dan perlengkapan produksi, karena tidak mungkin semua pelaku usaha diberikan bantuan modal.

Dan juga nantinya akan diberikan juga pelatihan kepada para pelaku UMKM oleh Dinas Koperindag. Itu semua bertujuan untuk memajukan UMKM di Kabupaten Solok sehingga dapat mensejahterakan masyarakat.

Tak hanya itu, ia mengajak pelaku usaha Kabupaten Solok agar terus berinovasi dan menyesuikan dengan situasi saat ini dan tetap terbuka menerima masukan dan pembinaan untuk penguatan dalam membangkitkan IKM yang terdampak pandemi Covid-19.

Ia berharap perekonomian masyarakat terus tumbuh dan berkembang, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Dengan semangat kebersamaan, akan semakin meningkat serta dapat mendorong perekonomian masyarakat.

Ia juga meminta dinas terkait untuk maksimal dalam membina usaha potensial, agar bisa terus meningkatkan kualitas produk, berdaya saing dan sebagai langkah promosi dan pemasaran.

“Saya harap masyarakat Kabupaten Solok lebih sadar lagi untuk selalu memprioritaskan pemakaian terhadap barang yang dibikin oleh pelaku usaha lokal,” tambahnya.

Terkait pemulihan perekonomian pascacovid-19, Pemkab Solok bersinergi dengan pihak terkait untuk pembenahan ilmu pengetahuan serta bantuan modal melalui program kredit lunak dari pihak ketiga.

“Untuk 2022, khusus dalam masa bangkit dari pandemi, saya sudah minta Diskoperindag untuk memprioritaskan bagaimana UMKM di Kabupaten Solok bisa memiliki SDM yang berdaya saing dalam penggunaan media digital, maka itu perlu pelatihan-pelatihan strategis,” pungkasnya.

Tak hanya itu, untuk rel kereta api yang sudah tidak di gunakan  akan dialihfungsikan untuk perbaikan Jembatan Nagari. “Nanti nagari yang akan mengusulkan berapa banyak rel yang dibutuhkan untuk perbaikan jembatan dan pemerintah daerah akan mengirimkan rel-rel tersebut ke masing-masing nagari,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk setiap ekskavator yang sudah dilakukan pengerjaan harap untuk memberikan laporan dan nantinya untuk setiap jalan yang sudah di buat akan diusahakan untuk melakukan pengecoran.

Ia mengimbau wali nagari untuk mendata tanaman apa saja yang cocok tumbuhi di daerahnya dan nantinya akan diberikan bibit gratis untuk tiap daerah. (frk)