Petakan Lagi Komoditi Unggulan

7
KOMODITI UTAMA: Sejumlah warga saat menanam bawang merah di Nagari Sungainanam, Kabupaten Solok.(IST)

Pemberdayaan petani salah satu agenda wajib ke depannya, terutama dalam mewujudkan visi mambangkik batang tarandam. Serta untuk bangkit dari pandemi seperti sekarang.

“Saya sudah mengingat dinas pertanian untuk memaksimalkan program-program yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Seperti program peningkatan penerapan teknologi pertanian, program peningkatan produksi pertanian, dan program pemberdayaan penyuluhan pertanian,” ujar Bupati Solok Epyardi Asda, Rabu (1/9).

Ia menyebut, Dinas Pertanian mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan produksi hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Solok. Ia juga meminta seluruh OPD harus saling bersinergi dalam menjalankan program.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta dinas terkait untuk memetakan kembali komoditi unggulan tiap nagari, dan mengangkat komoditi unggulan nagari tersebut. Dalam hal ini, sosialisasi dengan kelompok tani nagari harus rutin digelar, dan melakukan pemberdayaan sesuai keinginan petani tersebut, hal itu dilakukan untuk menyokong komoditi yang sudah ada di sana.

Epyardi berharap Dinas Pertanian dapat menggiatkan percepatan pelaksanaan kegiatan tahun 2021. Sehingga output yang diharapkan dari masing-masing kegiatan dapat tercapai dan pembangunan, yang dilaksanakan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Solok.

Baca Juga:  Pemkab Solok Data Ulang Pelaku UMKM

Data potensi komoditas pertanian unggulan di wilayah, serta program rencana kerja tahunan penyuluh (RKTP) pertanian, dan tersebarnya informasi teknologi pertanian untuk mendorong peningkatan produktivitas komoditas pertanian yang diusahakan petani.

“Meningkatkan kapasitas petani pada budidaya komoditas pertanian, pemahaman petani pada pasar, dan meningkatkan produktivitas komoditas utama pertanian,” pungkasnya.
Dari data Dinas Pertanian Kabupaten Solok, total lahan secara keseluruhan mencapai 373.800 hektare. (frk)