Kabupaten Solok Lahirkan Perbup ”New Normal”

Bupati Solok Gusmal (kanan).

Pemkab Solok menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) mengatur tentang tata cara dan konsep penerapan tatanan hidup baru memutus penyebaran Covid-19 di daerah itu. Penerbitan Perbup tersebut langkah awal memasuki fase “New Normal”.

“New normal” merupakan istilah yang merujuk kepada pola hidup baru di situasi pandemi Covid-19. Dalam penerapannya, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan. Seperti mencuci tangan dengan sabun, selalu mengenakan masker, menjaga jarak (Physical distancing), hingga menghindari kerumunan agar terhindar dari penularan Covid-19.

Pada prinsipnya, “New Normal” adalah fase Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan. Publik diperbolehkan untuk kembali beraktivitas dengan sejumlah protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah sebelum ditemukannya vaksin.

“Dalam penerapan “New Normal” nanti, jangan sampai menjadi bumerang bagi kita. Untuk itu perlu ada konsep dan aturan yang diberlakukan selama penerapan nantinya,” kata Bupati Solok, Gusmal, Rabu (3/6).

Sebenarnya, sebut Gusmal, langkah ini dijalankan untuk memulihkan produktivitas masyarakat agar perekonomian dapat kembali menggeliat. Ada delapan jenis aktivitas yang diatur di dalam Perbup tersebut. Yakni pendidikan dan pelatihan, sosial budaya, pariwisata, perkantoran dan pemerintahan, kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Kemudian, pasar, tempat kerja dan tempat usaha, serta penggunaan moda transpostasi. “Setiap masyarakat harus membangun kesadaran sendiri dan mengikuti aturan-aturan yang ada dalam pencegahan virus Covid-19 ini,” ucapnya.

Ia juga menggariskan setiap orang, pimpinan unit kerja, kepala sekolah, pemilik usaha, pengurus rumah ibadah dan pengelola pasar, atau penanggungjawab kegiatan sosial ekonomi lainnya, yang mengetahui atau menemukan adanya orang dengan tanda atau gejala terpapar Covid-19 segera melaporkan kepada pusat pelayanan kesehatan terdekat. (f)