Tingkatkan Iklim Investasi, Upaya Pemkab Solok Dongkrak PAD

9
POTENSI: Danau Talang salah satu objek wisata yang menjadi daya tarik di Kabupaten Solok. Sektor pariwisata menjadi peluang investasi yang terus digarap pemkab.(IST)

Dalam rangka memaksimalkan potensi daerah, Pemerintah Kabupaten Solok upayakan  peningkatan iklim investasi dan pengembangan ekspor sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Untuk menarik minat investor tentu juga butuh keseriusan daerah dalam membenahi kawasan wisata, terutama dalam mempromosikan potensi dan lainnya,” ujar Bupati Solok, Epyardi Asda.

Pemerintaah Kabupaten Solok menyadari bahwa investasi memiliki peran penting dalam pembangunan, dengan adanya investasi langsung baik yang berasal dari negeri maupun luar negeri tentu akan sangat membantu laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

Menurutnya, Kabupaten Solok berpeluang besar untuk menarik investor karena memiliki beberapa potensi sumber daya alam yang belum optimal pemanfaatannya dan masih dapat dikembangkan dalam bentuk usaha yang prospektif serta diminati oleh pasar.

Ia mengakui perlu ada perubahan dan inovasi dalam memberikan insentif serta kemudahan seperti penghapusan biaya dan retribusi yang memberatkan. Melalui DPMPTSP-Naker, pemerintah berusaha menjamin kepastian hukum dan keamanan berinvestasi bagi investor.

“Di sisi lain kita tidak perlu menutup mata atas permasalahan yang masih menghadang seperti kendala pembebasan lahan, kurang diterimanya Investor oleh masyarakat. Hingga masalah izin yang berbelit harus diakui sebagai kendala yang mesti dicari penyelesaiannya,” tukasnya.

Untuk mendorong peningkatan investasi, daerah perlu menciptakan iklim usaha yang kondusif. Ia berharap, dengan berkembangnya metode perizinan berusaha secara online, ke depannya pelayanan perizinan akan semakin mudah, cepat dan berjalan dalam koridor yang tepat, dan mengikuti dinamika perubahan. Serta berprinsip pada penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, efektif dan efisien.

Sekretaris DPMTSP Solok Bujang Latif mengatakan selama pandemi banyak hal yang terdampak, termasuk investasi. Saat ini katanya, pemkab berupaya menggaet investor agar mau berinvestasi di Kabupaten Solok. Menurutnya, bukan hal mudah menarik investor, dimasa pandemi yang serba terbatas ditambah tentunya ada stigma negatif soal tanah di Sumbar.

Baca Juga:  Kisah Pahlawan PAD Retribusi Pulau pada Festival PaPa 2022

“Sekarang ada beberapa investor yang berminat, dan nanti akan kita kaji dulu dengan bupati, dengan adanya investor yang masuk ke Kabupaten Solok menjadi iklim yang baik untuk pariwisata,” katanya.

Sebelumnya, Sekkab Solok Medison mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Solok tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp  75.264.756.698 dan dapat direalisasikan sebesar Rp 75.855.094.773,31 atau 100,78 persen.

Pendapatan asli daerah ini diperoleh dari penerimaan pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Selain itu, Pemkab Solok juga berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian, UMKM, perdagangan dan pariwisata, sebagai upaya pemerintah untuk mengawal perekonomian masyarakat yang nantinya akan memberikan dampak langsung serta nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat secara umum.

Lalu, juga upaya untuk menciptakan lapangan kerja untuk pencari kerja serta upaya pengurangan kemiskinan dan pemerataan pendapatan. Dengan demikian peningkatan ekonomi yang terjadi diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang signifikan, sektor pariwisata termasuk sektor penentu dalam pembangunan ekonomi, pemerintah berupaya mewujudkan visi pembangunan daerah melalui pengelolaan pariwisata halal, wisata nyaman dan berkesan.

“Hal ini sesuai dengan kondisi masyarakat Kabupaten Solok yang sangat menjunjung tinggi nilai agama, nilai budaya yang Islami, dan kearifan lokal yang tumbuh di masyarakat,” tukasnya. (frk)