Antar Bantuan Beras ke Kotosani, Gusmal: 60% Warga Terbantu

Bupati Solok Gusmal menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat Kotosani. (Foto: Humaskab)

Pemerintah Kabupaten Solok membagikan bantuan beras kepada sebanyak 1.047 kepala keluarga (KK) dari 1.977 KK di Nagari Kotosani.

Bupati Solok Gusmal menyampaikan permintaan maaf karena terlambat mendistribusikan beras tersebut kepada masyarakat.

“Keterlambatan itu karena data yang telah dikirim ke provinsi terus berubah-ubah. Sudah tiga kali Pemkab Solok mengubahnya. Sehingga bantuan beras tahap satu di bulan April baru kita bagikan di bulan Mei ini. Bantuan tahap dua nanti kita bagikan menjelang hari raya Idul Fitri,” kata Gusmal saat mendatangi Nagari Kotosani untuk menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat, Jumat (8/5/2020).

Jika dikalkulasikan, kata Gusmal, sebanyak 60% masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yang mendapatkan bantuan tersebut.

Jika ada warga yang komplain atau tidak puas, para wali nagari, BPN dan KAN diminta untuk mendata mereka dan melaporkan ke pemkab.

“Kalau ada yang mendatangi dan tidak puas, tolong bapak-bapak catat dan sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Solok. Pemerintah juga telah menyediakan layanan pengaduan masyarakat. Data itu kita salurkan juga ke pemprov dan pemerintah,” jelasnya.

Dijelaskannya, masyarakat mesti memahami bahwa bantuan tersebut untuk orang yang benar-benar terdampak ekonominya akibat pandemi Covid 19, seperti tukang ojek, ustad dan buruh harian.

“Ada juga warga terdampak baru, misalnya ada perantau yang datang dan tidak mempunyai pekerjaan lagi seperti sudah di-PHK pulang ke kampung halaman, bisa dikatakan warga terdampak juga tapi tidak terdaftar sebagai warga Kabupaten Solok. Maka, saya minta wali nagari memikirkanya dengan bantuan dana desa,” ingat Gusmal didampingi Asisten II Medison, Kabag Humas Syofiar Syam, Wali Nagari Kotosani Deswandi, ketua BPN, ketua KAN, kapolsek, dan koramil X Koto Singkarak.

Gusmal juga meminta kepada wali nagari menyampaikan kepada masyarakat bahwa beras bantuan itu termasuk beras kualitas premium.

Selain itu, menyosialisasikan bahwa saat ini diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua hingga 29 Mei 2020. Maka, banyak kegiatan yang dibatasi.

“Jadi, tetap di rumah saja. Kalau terpaksa harus keluar, jangan lupa pakai masker. Jaga jarak fisik dan rajin cuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan Covid-19,” imbau Gusmal.

Terkait aktivitas shalat Jumat dan shalat berjamaah di masjid-masjid serta shalat tarawih, kata Gusmal masih ditiadakan sementara selama PSBB termasuk di daerah terisolir.

“Pemkab Solok akan menentukan kebijakan tertentu pada daerah-daerah terisolir. Kita akan musyawarah dengan forkopimda dan para mubalig dan MUI,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Nagari Kotosani Deswandi mengucapkan terima kasih Pemkab Solok yang menyalurkan bantuan beras kepada 1.047 KK di nagari yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah, beras ini kami terima dan akan kami berikan kepada orang yang terdampak Covid-19,” katanya.

Deswandi juga melaporkan bahwa untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, pemenerintah nagari telah menjalankan instruksi dan imbauan bupati.

“Imbauan kepada perantau juga telah kami sampaikan agar menunda dulu pulang kampung. Kita telah instruksikan semua jorong menyampaikan kepada perantau yang telah datang untuk isolasi diri di rumah masing-masing. Sampai saat sekarang belum ada warga kami yang positif Covid-19,” paparnya.(esg)