Warga Gantungciri Usir Harimau dengan Meriam

35
Meriam ini akan digunakan untuk mengusir harimau yang masuk areal perladangan warga. (Foto: IST)

Puluhan warga Nagari Gantungciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, bersama perangkat nagari setempat melakukan upaya penghalauan harimau Sumatera yang berkeliaran di kawasan kebun atau ladang warga, Senin (8/6/2020).

Untuk diketahui, jarak kawasan perladangan dari pemukiman warga sekitar 4 kilometer, penampakan harimau menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar, karena kebanyakan masyarakat di nagari itu sering melakukan aktivitas di kawasan pinggir hutan itu.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, kawanan harimau Sumatera yang berada di kawasan hutan di nagari tersebut terlihat oleh warga, Minggu (7/6/2020).

Sebelumnya kemunculan harimau itu juga menggegerkan warga setempat. Karena khawatir masyarakat sepakat mengusir harimau tersebut, Senin (8/6) mulai pukul 14.00 hingga 17.30, dengan menggunakan meriam karbit yang dipinjamkan oleh BKSDA Sumbar ke Nagari Gantuangciri.

“Kita melakukan penghalauan terhadap harimau hari ini bersama puluhan warga dan petugas. Penghalauan dilakukan dengan membuat suara atau bunyi-bunyian, sehingga harimau kembali masuk hutan,” ujar Wali Nagari Gantungciri, Hendri Yuda, Senin (8/6).

Berbeda dengan beberapa waktu lalu, kawanan harimau yang sebelumnya diketahui berjumlah tiga ekor hanya terlihat sebanyak dua ekor oleh warga. Satu ekor harimau dewasa dan satu ekor lagi anak harimau.

“Kemarin (Minggu lalu, 7/6) sekitar pukul 14.00, ada warga kita yang melihat harimau di kawasan perladangan warga di Limpauang, Jorong Baringin, Nagari Gantungciri,” tambahnya.

Warga yang khawatir memilih untuk kembali dan membiarkan kawanan harimau tersebut. Kemungkinan, harimau tersebut merupakan harimau yang sebelumnya juga pernah ditemui oleh warga sekitar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, meminta petugas dari BKSDA Sumbar untuk membius ketiga harimau yang mengkhawatirkan warga tersebut.

Ia meminta pihak terkait memprioritaskan evakuasi harimau dari sekitaran kawasan perladangan warga. “Kita minta warga tetap berhati-hati sebelum harimau tersebut tertangkap dan dikembalikan ke habitatnya atau ke kebun binatang oleh pihak terkait,” tutupnya.

Sebelumnya, pada Mei lalu, masyarakat di dua nagari yakni Nagari Gantungciri, Kecamatan Kubung, dan Nagari Jawi-jawi Guguak, Kecamatan Gunung Talang, dikejutkan oleh kawanan harimau yang sampai ke kebun warga setempat.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Solok Afrilius meminta agar masyarakat menghindari lokasi keberadaan harimau tersebut.

Terutama di empat nagari, yakni Nagari Gantungciri, Nagari Kotohilalang, Kecamatan Kubung, Nagari Jawi-jawi Guguak dan Nagari Kotogaek Guguak Kecamatan Gunung Talang yang memiliki hutan lindung (HL), areal penggunaan lain (APL), dan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Barisan.

“Kami sudah sampaikan kepada masyarakat di sekitar untuk menghentikan dulu kegiatan di ladang, terutama yang masuk kawasan hutan lindung,” ujarnya.

Jika warga masih melihat harimau di kawasan tersebut, agar menciptakan bunyi-bunyian dengan meriam bambu atau meriam karbit yang telah dipinjamkan ke Nagari Gantung Ciri dan Nagari Jawi-Jawi Guguak.

“Kami sudah sosialisasikan cara pakainya, masyarakat bisa memakai alat itu untuk mengusir harimau ke dalam hutan,” jelasnya.

Terkait rencana penangkapan harimau tersebut, hingga saat ini masih urung terealisasi karena permasalahan anggaran. Sebab menurutnya, beberapa anggaran ada yang diserahkan kembali untuk penanganan Covid-19.

Apalagi, untuk melakukan proses pelaksanaannya butuh biaya yang besar, seperti mendatangkan ahli, biaya perangkap, pemasangan kamera trap, peralatan, dan juga umpan seperti kambing atau sejenisnya. Maka itu, yang bisa dilakukan saat ini hanya mengusir dengan peralatan meriam karbit.

“Kami harap masyarakat menuruti instruksi kami agar tidak ke ladang dulu atau tidak terlalu jauh masuk ke dalam hutan, sampai situasi normal atau sampai proses penangkapan dilakukan,” pungkasnya. (f)