Warga Bukitkanduang Kesulitan Air, Kumango Butuh Irigasi

ilustrasi. (net)

Sebagai daerah yang berada di perbukitan, warga Nagari Bukitkanduang mengalami kesulitan air untuk irigasi. Ratusan hektare sawah bergantung pada tadah hujan. Selain itu warga juga kesulitan mendapatkan air minum dan kebutuhan rumah tangga.

Keluh kesah warga Nagari Bukitkanduang, Kecamatan X Koto Diateh, Kabupaten Solok ini disampiakan oleh Wali Nagari Asriyandi kepada Komisi I DPRD Sumbar, yang datang melakukan kunjungan kerja, Sabtu (8/8).

“Rumah masyarakat lumayan bagus, tetapi dalam status Indeks Desa Membangun (IDM) nagari kami berstatus tertinggal karena fasilitas air minum, pertanian dan jalan poros di nagari kami yang rusak parah,” kata Asriyandi.

Jika SPAM terwujud, untuk pengelolaan air minum kepada masyarakat dapat dilakukan oleh Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag). Hasil akhirnya adalah BUMNag yang dapat menghasilkan Pendapatan Asli Nagari (PAN) sebagai penyangga Dana Desa.

”Jumlah Dana Desa kami Rp 853 juta dan yang diserahkan sebagai BLT Dana Desa sebanyak Rp252 juta,” kata Wali Nagari Asriyandi yang didampingi Ketua BPN St Datuak Ampang Limo.

Ketua Komisi I DPRD Sumbar Syamsul Bahri merespons keluh kesah Wali Nagari Bukitkanduang, dan akan membicarakan di tingkat provinsi di komisi terkait DPRD maupun dengan Dinas PUPR Sumbar.

Baca Juga:  Nofi 1, Epyardi 2, Desra 3, Pengundian Nomor Urut Pilbup Solok Tuntas

Hal yang sama diungkapkan Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar HM Nurnas, yang secara rinci menyebutkan, Nagari Bukitkanduang sepatutnya dibangun SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum). Sehingga airnya tidak saja untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk pertanian.

”Apalagi ada embung yang tidak ada sumber airnya, bisa dimanfaatkan sebagai penampung air SPAM. Kami akan perjuangkan SPAM untuk nagari ini,” ujar Nurnas, politisi Partai Demokrat ini.

Komisi I DPRD Sumbar sebelumnya juga mengunjungi warga di Kenagarian Kumango, Kecamatan Sungaitarab.

Wali Nagari Kumango, Iis Zamora Putra mengharapkan bantuan pemprov untuk membantu irigasi di Kapalokoto, bentuknya seperti embung mini dengan biaya sekitar Rp 1 miliar. Menurut Iis Zamora, irigasi Kapalokoto ini sangat diperlukan untuk mengairi areal sekitar 45 hektare sawah masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Sumbar Irsyad Syafar langsung menanggapi positif aspirasi Wali Nagari Iis Zamora. ”Kami akan sampaikan kepada teman-teman anggota DPRD Sumbar dari Dapil 6 ini. Mudah-mudahan dapat diakomodir melalui program pokok pikiran DPRD. Biaya Rp 1 miliar itu tidak lah terlalu besar,” kata Irsyad Syafar. Kunjungan ini juga didampingi anggota komisi Zarfi Deson, Muhammad Ridwan, Bakri Bakar. (eko)